Chillax Sudirman Disulap Jadi Ruang Multi-Indera Lewat Sensory Stories
Sensory Stories dirancang sebagai ruang eksplorasi yang memanjakan lima indera—penciuman, pengecapan, perabaan, penglihatan, dan pendengaran
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Sensory Stories menghadirkan pengalaman lifestyle berbasis lima indera—aroma, rasa, sentuhan, visual, dan suara
- Chillax Sudirman, Jakarta disulap menjadi ruang eksplorasi kreatif dan jeda reflektif menjelang akhir tahun
- Acara ini memadukan kreativitas dan kepedulian sosial, melibatkan UMKM daerah seperti Olaku Gorontalo serta penggalangan dana bencana Sumatra
Hasiolan EP/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang pergantian tahun, kebutuhan akan ruang jeda dan pengalaman yang lebih personal semakin terasa.
Menjawab hal tersebut, Markamarie menghadirkan Sensory Stories, sebuah acara lifestyle berbasis pengalaman multi-indera yang mengajak pengunjung menikmati kreativitas Indonesia secara lebih intim dan bermakna.
Acara ini berlangsung selama empat hari, 18–21 Desember 2025, di Chillax Sudirman, Jakarta.
Sensory Stories dirancang sebagai ruang eksplorasi yang memanjakan lima indera—penciuman, pengecapan, perabaan, penglihatan, dan pendengaran.
Lebih dari 50 brand dan kreator lintas bidang dikurasi dalam ambience yang hangat dan estetik, menghadirkan pengalaman yang tak hanya visual, tetapi juga emosional.
Mulai dari aroma yang membangkitkan memori, rasa yang diracik perlahan, hingga sentuhan produk yang menyimpan cerita, pengunjung diajak menikmati proses kreatif dari dekat.
Baca juga: MyFest Padel 2025 Resmi Digelar, Kompas Gramedia Gaungkan Sport, Lifestyle, dan Sustainability
Deretan brand parfum, fashion, kuliner, hingga craft dan seni turut menghidupkan ruang ini.
Dari wangi personal, busana dengan karakter kuat, minuman dan kudapan yang diracik penuh makna, hingga karya kriya yang reflektif, Sensory Stories menjadi etalase gaya hidup kreatif yang tengah berkembang di kalangan urban.
Pengalaman pengunjung semakin lengkap melalui berbagai workshop interaktif, seperti meracik parfum, kelas matcha whisking, pembuatan lip balm, hingga zine sensory.
Seluruh sesi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman slow living—mengajak peserta lebih sadar pada proses, indera, dan cerita di balik sebuah produk.
Tak hanya soal produk, Sensory Stories juga menghadirkan rangkaian talk show inspiratif yang membahas isu keseharian dari sudut pandang kreatif, mulai dari film, fase quarter life crisis, dunia fashion, peran ibu di era digital, hingga cerita lokal dari Gorontalo.
Seluruh sesi dikemas ringan namun reflektif, menjadikannya relevan bagi pengunjung yang mencari inspirasi personal menjelang tahun baru.
Nuansa acara semakin hidup dengan performance Spoken Stories dari komunitas Poetry Party serta Personalized Live Sketch yang memberikan sentuhan artistik secara langsung.
Di sisi lain, Sensory Stories juga memuat kepedulian sosial dengan menggandeng Human Initiative untuk penggalangan dana bagi korban bencana di Sumatra.
Baca tanpa iklan