Tawuran di Jaksel Berlangsung 2 Hari Berturut: DPRD Minta Cabut Bansos, Pemprov Pilih Pendekatan
Anggota DPRD DKI Jakarta minta Pemprov untuk cabut Bansos bagi keluarga yang anggotanya ikut tawuran. Ini jawaban Pemprov DKI Jakarta
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Aksi tawuran terjadi di underpass Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan selama dua hari berturut-turut
- Anggota DPRD DKI Jakarta minta pemprov untuk cabut Bansos bagi keluarga yang anggotanya ikut tawuran
- Pemprov DKI Jakarta pun memilih untuk melakukan pendekatan humanis untuk menyelesaikan permasalahan tawuran
TRIBUNNEWS.COM - Tawuran antarwarga terjadi di underpass Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026).
Aksi tawuran tersebut ternyata telah berlangsung sejak Kamis (1/1/2026).
Tawuran selama dua hari berturut tersebut mendapat tanggapan dari Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana.
Menurutnya, aksi tawuran yang kerap terjadi di ibu kota ini adalah hasil dari ketidakpedulian keluarga dalam mendidik anak atau anggota keluarga.
"Tawuran ini adalah perilaku yang menular,"
"Oleh karena itu, setiap keluarga harus berperan aktif untuk memastikan anggota-anggotanya tidak menjadi pelaku tawuran," dikutip dari TribunJakarta.com.
Ia menuturkan, hingga saat ini banyak keluarga yang masih bersikap abai dengan perilaku anggota keluarganya.
"Hingga saat ini, terlalu banyak keluarga yang bersikap abai dengan perilaku anggota-anggotanya karena tidak ada konsekuensi terhadap para pelaku tawuran," sambungnya.
Ia menyoroti, banyak pelaku sudah diringkus dan hanya dikembalikan kepada orang tuanya,
Namun, para pelaku kembali lakukan tawuran beberapa waktu kemudian.
"Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan. Masalah ini sudah terjadi berulang kali dan semakin larut tanpa adanya serangkaian solusi konkret yang bisa menyelesaikannya secara tuntas," kata Justin.
Baca juga: Usai Tawuran di Terowongan Manggarai, Brimob Sisir Lokasi Sejak Pagi
Politisi PSI ini mendesak Dinas Sosial DKI Jakarta untuk mengevaluasi dan mencabut bantuan sosial (Bansos) bagi keluarga yang anggotanya menjadi pelaku tawuran.
"Bansos ini adalah keringat rakyat Jakarta, sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang tidak berpartisipasi menjadi warga Jakarta yang baik," tuturnya.
Kata Pemprov DKI Jakarta
Terkait dengan pencabutan bansos tersebut, Pempov DKI Jakarta masih belum mempertimbangkannya.
Chico Hakim Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta mengatakan, sanksi langsung tak selalu membuat pelaku jera.
Pihak Pemprov DKI Jakarta pun lebih memilih pendekatan humanis untuk menekan kasus tawuran di ibu kota.
“Bukan sanksi yang bisa berdampak pada keluarga rentan secara keseluruhan. Bansos seperti KJP, KLJ, dan lainnya dirancang untuk melindungi warga miskin, dan pencabutan harus sesuai regulasi yang ada serta mempertimbangkan dampak sosialnya,” ujar Chico kepada wartawan, Minggu (4/1/2026).
Mengutip Kompas.com, pendekatan tersebut dilakukan dengan menggandeng TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga warga.
Tawuran 2 Hari Berturut-turut
Tawuran yang terjadi di underpass Manggarai tersebut melibatkan warga Gang Tuyul RW 04 Manggarai dan warga Magasen di RW 12 manggarai.
"Awal mula kejadian terdengar suara petasan di terowongan Manggarai," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan.
Kedua kelompok saling serang dengan lemparan batu dan petasan.
Polisi pun kini berjaga supaya tawuran tak terjadi lagi.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Jakarta Darurat Tawuran, Pemprov DKI Didesak Cabut Bansos: Jangan Biayai Keluarga Biang Rusuh!
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar)(Kompas.com, Hanifah Salsabila)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.