Nasib Pramugari Gadungan setelah Diamankan di Bandara Soetta, Kenakan Seragam dan Atribut Batik Air
Seorang wanita 23 tahun menyamar sebagai pramugari Batik Air demi membanggakan keluarga. Namun aksinya terbongkar dan berakhir dengan klarifikasi.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Seorang wanita bernama Khairun Nisa (23) menyamar sebagai pramugari Batik Air dengan mengenakan seragam yang dibeli secara online saat terbang dari Palembang ke Jakarta.
- Aksinya terbongkar setelah dicurigai oleh kru dan diamankan petugas Aviation Security (Avsec).
- Ia mengaku melakukan hal tersebut karena malu kepada keluarganya setelah gagal seleksi pramugari.
TRIBUNNEWS.COM - Beredar viral video seorang wanita memberikan klarifikasi setelah menjadi pramugari gadungan di maskapai Batik Air.
Batik Air merupakan maskapai penerbangan asal Indonesia yang menjadi bagian dari Lion Air Group dan beroperasi sejak tahun 2013.
Wanita bernama Khairun Nisa (23) membeli seragam mirip pramugari Batik Air mulai kebaya, rok, atribut hingga koper secara online.
Ia terbang dari Bandara Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin Palembang pada Selasa (6/1/2026) menggunakan tiket reguler.
Setiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Nisa diamankan petugas Aviation Security (Avsec) karena gerak-geriknya mencurigakan.
AVSEC adalah petugas khusus yang bertugas menjaga keamanan penerbangan di bandara maupun pesawat.
Nisa membantah saat diperiksa sehingga diserahkan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menerangkan Nisa terbang ke Jakarta mengenakan seragam pramugari karena merasa malu kepada keluarganya setelah gagal lolos seleksi pramugari.
Ia ingin membuat orang tuanya bangga dan percaya bahwa dirinya bekerja sebagai awak kabin.
Setelah ditelusuri, tak ada unsur pidana yang dilakukan Nisa.
Pihak maskapai Batik Air juga tidak menuntut kasus diselesaikan secara hukum dan meminta Nisa memberikan klarifikasi.
Baca juga: Lengkap, Permintaan Maaf Wanita yang Menyamar Jadi Pramugari Batik Air dan Ketahuan
"Benar, benar. Itu kan permintaan dari maskapai buat ada permohonan maaf dan sebagai wujudnya ya salah satunya video permintaan maaf itu," ungkapnya.
Nisa telah diserahkan ke keluarga pada Rabu (7/1/2026).
"Kemarin malam sudah diserahkan kepada pihak yang dianggap keluarga oleh yang bersangkutan," lanjutnya.
Penyamarannya sebagai pramugari terbongkar saat penerbangan Palembang-Jakarta.
"Saat proses boarding, yang bersangkutan lolos karena memiliki boarding pass."
"Namun, ketika berada di dalam pesawat dan ditanya oleh crew aktif, jawabannya ngawur dan tidak sinkron dengan standar pramugari," jelasnya.
Seragam mirip pramugari Batik Air dikenakan sebelum tiba di Bandara Palembang.
Baca juga: Petugas BPTD di Sumsel Viral Diduga Pungli ke Relawan Bantuan Aceh: Ngaku Hanya Diberi Minuman
Nisa tak sempat ganti baju karena waktu tak cukup.
"Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta," sambungnya.
Melalui akun media sosialnya, KN mengucapkan permintaan maaf karena menjadi pramugari gadungan.
"Nama saya Khairunnisa, umur saya 23 tahun. Dengan ini saya menyatakan bahwa benar saya melakukan penerbangan Batik Air dengan rute Palembang ke Jakarta id 7058 tanggal 6 Januari 2026."
"Saya menggunakan atribut pramugari dan seragamnya, dan sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air," ungkapnya.
Sebagian artikel telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Permintaan Maaf Nisya Pramugari Gadungan Batik Air Asal Palembang ke Maskapai, Ngaku Salah
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunSumsel.com/Rizka) (Kompas.com/Intan)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.