Banjir Rendam Jalur Vital Tangerang–Jakarta, Lalin Daan Mogot dan KH Hasyim Asyari Tersendat
Banjir besar rendam Jalan Daan Mogot dan KH Hasyim Asyari. Akses utama Tangerang–Jakarta lumpuh, air capai 1 meter.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Banjir sejak Kamis malam melumpuhkan dua jalur utama Tangerang–Jakarta, Jalan Daan Mogot dan KH Hasyim Asyari. Air hingga 1 meter memicu kemacetan, aktivitas warga dan ekonomi terganggu
TRIBUNNEWS.COM - Akses utama penghubung Tangerang–Jakarta lumpuh total akibat banjir besar yang melanda sejak Kamis (22/1/2026) malam hingga Jumat (23/1/2026) pagi.
Dua jalur vital, yakni Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, dan Jalan KH Hasyim Asyari, Ciledug, Kota Tangerang, terendam air dengan ketinggian mencapai 1 meter di titik terparah.
Baca juga: Banjir Jakarta Tak Kunjung Surut, Pramono Anung: Di Luar Dugaan Curah Hujan Tinggi Sekali
Banjir Tak Surut, Jalan Daan Mogot Lumpuh Total, Akses Tangerang–Jakarta Terendam hingga 1 Meter
Akses utama dari kawasan Tangerang menuju Jakarta melalui Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, lumpuh total pada Jumat pagi.
Banjir yang belum surut sejak Kamis (22/1/2026) diperparah oleh hujan deras yang terus mengguyur sepanjang malam hingga pagi hari.
Akibatnya, jalur arteri tersebut terendam di enam titik sekaligus, dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter hingga 1 meter di titik terparah.
Genangan air menutup badan jalan dari wilayah Cengkareng hingga Grogol Petamburan, membuat lalu lintas nyaris tidak bisa dilalui kendaraan kecil maupun roda dua.
Anggota Unit Lantas Polsek Cengkareng, Aiptu Edi Priyanto, mengatakan kondisi paling parah terjadi di kawasan Halte Jembatan Gantung.
Di lokasi ini, ketinggian air mengalami peningkatan signifikan dibandingkan Kamis malam.
“Sekarang paling dalam sampai sepinggang. Yang bisa lewat hanya truk kontainer, motor dan mobil kecil tidak bisa,” ujar Edi, Jumat pagi.
Selain semakin dalam, genangan juga dilaporkan meluas. Jika sebelumnya panjang genangan di Jembatan Gantung hanya sekitar 300 meter, kini bertambah menjadi 500 meter.
Dampaknya, kemacetan panjang tak terhindarkan dan mengular hingga sekitar 3 kilometer, mulai dari persimpangan Mall Daan Mogot sampai kawasan Samsat Jakarta Barat.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas Jalan Daan Mogot demi keselamatan. Warga diminta mencari jalur alternatif hingga kondisi banjir benar-benar surut.
“Demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas, masyarakat diimbau tidak melintasi Jalan Daan Mogot dan menggunakan rute alternatif,” tegas Edi.
Selain Jembatan Gantung, banjir juga merendam lima titik lain di sepanjang Jalan Daan Mogot, yakni:
- Depan Hotel Samala, dekat persimpangan Cengkareng, dengan ketinggian air sekitar 40 cm dan panjang genangan 200 meter.
- Lampu merah Cengkareng hingga Pergudangan Vittoria, ketinggian 15–20 cm sepanjang 400 meter.
- Halte Jembatan Baru, ketinggian air sekitar 20 cm dengan panjang genangan 200 meter.
- Putaran Samsat Jakarta Barat, ketinggian air mencapai 40 cm sepanjang 210 meter.
- Halte Taman Kota, ketinggian 40–50 cm dengan panjang genangan sekitar 600 meter.
- Halte Transjakarta Jelambar, Grogol Petamburan, dengan ketinggian air hingga 50 cm.
Hingga Jumat pagi, banjir di kawasan tersebut masih belum menunjukkan tanda-tanda surut dan terus dipantau oleh aparat kepolisian serta petugas terkait.
Baca juga: Kondisi Terkini Banjir Jakarta, Genangan Air Capai 150 Cm, Terparah di Cengkareng Jakarta Barat