Polisi Akan Minta Keterangan Sudrajat Pedagang Es Gabus yang Diduga Dianiaya Oknum Aparat
Mengaku sempat dianiaya oknum aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa saat diamankan, pedagang es bernama Sudrajat bakal diperiksa.
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Theresia Felisiani
Setelah itu, Sudrajat dipulangkan dan polisi turut mengecek lokasi tempat ia mengambil es.
"Ketika itu kita tahu makanannya laik dikonsumsi langsung dipulangkan," pungkasnya.
Baca juga: Sarjan Kontraktor yang Suap Bupati Bekasi Pernah Undang Wapres Gibran ke Acara Mancing di Kali Gabus
Sebelumnya diberitakan, sebuah video viral yang menunjukkan dua orang pria berseragam TNI dan Polri yang menuding seorang pedagang es kue jadul atau jaman dulu berbahan spons atau busa.
Dalam video itu, pria yang mengenakan kaos bertuliskan polisi di bagian punggungnya itu menjelaskan soal bahan kue dari spons sambil memegang makanan itu di depan pedagangnya yang sudah tua.
"Penjual es kue jadul, yang dulu pernah kita makan. Nah sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya, karena ini sudah rekayasa, bukan bahan kue lagi, tapi bahan spons. Ini bisa kita lihat bahan spons dibakar dia meleleh," kata pria berpakaian polisi dalam video yang diunggah.
Video yang juga diunggah oleh akun X @iPopBase pada Senin (26/1/2026), telah di-retweet lebih dari 10 ribu kali dan menuai banyak kritik dari warganet.
Sosok Pedagang Es Gabus
Lantas, siapakah sosok pedagang tersebut?
Dilansir Kompas.com, pedagang tersebut diketahui bernama Suderajat dan berusia 49 tahun.
Ia berasal dari Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, namun saat ini tinggal di Depok.
Suderajat berprofesi sebagai pedagang es gabus keliling, termasuk di wilayah Kemayoran.
Ia dilaporkan oleh seorang pria bernama Arief Fadillah (43), warga Kemayoran, Sabtu (24/1/2026).
Suderajat dituduh menjual es gabus dari bahan spons cuci piring.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sampel seluruh dagangan Suderajat, tidak ditemukan bahan berbahaya.
Dagangan Suderajat, termasuk es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses, dipastikan aman dan layak dikonsumsi.
Baca tanpa iklan