Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

3 Pengakuan Penjual Es Gabus setelah Diintimidasi Aparat, Alami Trauma dan Kotak Es Dirusak

Pedagang es gabus Suderajat (49) asal Bojonggede dituduh pakai spons, alami penganiayaan aparat, trauma, dan kini berhenti berjualan demi keselamatan.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in 3 Pengakuan Penjual Es Gabus setelah Diintimidasi Aparat, Alami Trauma dan Kotak Es Dirusak
Kompas.com
PEDAGANG ES GABUS - Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memberikan sepeda motor dan modal usaha kepada Suderajat, pedagang es gabus yang dituduh pakai spons, di rumahnya, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). Bantuan ini diberikan setelah tudingan tersebut dipastikan tidak benar dan dagangan Suderajat dinyatakan aman dikonsumsi. 

Ringkasan Berita:
  • Pedagang es gabus Suderajat (49) asal Bojonggede mengalami penganiayaan oleh oknum polisi dan TNI di Kemayoran.
  • Ia ditendang, dagangannya dihancurkan, dan kini trauma hingga berhenti berjualan meski hasil laboratorium membuktikan es gabus aman dikonsumsi.
  • Suderajat yang sudah 30 tahun berjualan harus menanggung kerugian ekonomi akibat penganiayaan aparat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pedagang es gabus bernama Suderajat (49) didatangi polisi dan anggota TNI saat berjualan di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/1/2026) lalu.

Suderajat mengaku mengalami penganiayaan setelah es gabus yang dijualnya dituding menggunakan bahan spons yang tidak layak konsumsi.

Pria asal Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu mengalami trauma dan tak mau berjualan lagi setelah penganiayaan.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan es gabus tak menggunakan bahan spons.

Aparat bernama Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo meminta maaf karena tindakan mereka merugikan Suderajat.

Rekomendasi Untuk Anda

Berikut tiga pengakuan Suderajat setelah diintimidasi aparat.

1. Ditendang dengan Sepatu 

Pria yang akrab disapa Ajat itu masih merintih kesakitan akibat penganiayaan yang dilakukan aparat.

Dagangan es gabus yang dibawa dengan jalan kaki juga dihancurkan di depan matanya.

“Muka saya dilempar pake es kue, saya luka nih goresan berdarah.”

“Saya ditendang juga pakai sepatu bot sampai mental, disuruh bangun lagi, bangun lagi,” bebernya, dikutip dari TribunnewsDepok.com.

Baca juga: Sosok Aiptu Ikhwan, Bhabinkamtibmas yang Tuduh Pedagang Es Gabus, Korban Alami Trauma

Sejumlah petugas kelurahan serta kecamatan juga terlibat dalam intimidasi.

Suderajat sempat membantah menggunakan bahan berbahaya dalam es gabus, tetapi tak digubris.

“Mereka enggak minta maaf, saya dicuekin. Sempat dibawa mobil polisi, buat jelasin es kue ini asli atau palsu,” terangnya.

2. Trauma Berjualan

Suderajat sudah 30 tahun berjualan es gabus keliling sekolah di Jakarta.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas