Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kronologi Suderajat, Pedagang Es Gabus Dituduh Berjualan Spons, Ngaku Dagangannya Dihancurkan

Pedagang es gabus Suderajat mengaku dagangannya dihancurkan oleh anggota polisi dan TNI.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kronologi Suderajat, Pedagang Es Gabus Dituduh Berjualan Spons, Ngaku Dagangannya Dihancurkan
HO/IST/X/@iPopBase
VIRAL DI MEDIA SOSIAL - Seorang pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, diintimidasi dua pria berseragam TNI dan polisi karena dituduh menjual es berbahan spons cuci piring. Kejadian ini bermula dari laporan seorang warga Kemayoran bernama Arief Fadillah, Sabtu (24/1/2026). Arief menuduh pedagang bernama Suderajat itu menjual es gabus berbahan spons cuci piring. 

Ringkasan Berita:
  • Viral di media sosial video pedagang es gabus bernama Suderajat diintimidasi anggota Polri dan TNI.
  • Suderajat mengaku ia sempat dianiaya saat kejadian karena dituduh menjual es berbahan spons.
  • Atas kesalahpahaman itu, anggota Polri dan TNI yang melakukan intimidasi pun meminta maaf.

TRIBUNNEWS.com - Kasus pedagang es gabus bernama Suderajat di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang diintimidasi anggota Polri dan TNI, menyita perhatian.

Kasus ini bermula dari adanya laporan seorang warga Kemayoran bernama Arief Fadillah, Sabtu (24/1/2026).

Lewat call center 110, Arief melaporkan dugaan Suderajat berjualan es gabus berbahan spons.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti anggota Babinkamtibnas bernama Aiptu Ikhwan dan Babinsa Utan Panjang bernama Serda Heri.

Intimidasi yang diperoleh Suderajat bermula saat ia mengambil es gabus di pabrik rumahan daerah Depok Lama, Minggu (25/1/2026).

Dari Depok Lama, ia berangkat berjualan seperti biasanya, menuju Kemayoran.

Baca juga: Sosok Suderajat, Pedagang Es Gabus di Kemayoran Diintimidasi Oknum TNI-Polisi, Kini Dapat Ganti Rugi

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, saat berkeliling, Suderajat dihampiri sekelompok orang yang beralasan hendak membeli dagangannya.

Sayang, menurut pengakuan Suderajat, dagangannya justru dihancurkan karena disebut beracun.

"(Mereka) datang beli es kue, terus esnya dibejek-bejek (dihancurkan). Kata bapaknya itu es racun," ungkap Suderajat, Selasa (27/1/2026), dikutip dari Kompas.com.

Ia lantas dituduh menjual es gabus yang terbuat dari spons.

Bahkan, kata Suderajat, ia sempat dilempari es dagangannya hingga meninggalkan goresan di pipi.

Meski Suderajat sempat mengatakan es dagangannya berbahan asli, pernyataannya itu tak digubris.

"Es nya dibejek sampai hancur. Ini dekat mata saya jadi sakit sama bahu nyeri," kata dia.

"Saya bilang ini es kue yang asli, jadi ini dituduh. Saya bilang bukan tapi mereka bilang es spons," imbuhnya.

Tak hanya dagangannya dihancurkan, Suderajat juga mengaku sempat dianiaya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas