Jalan Daan Mogot Tergenang Banjir, Petugas Pompa: Kerja Maksimal, Pantang Pulang Sebelum Surut!
Hujan deras bikin Jalan Daan Mogot kembali banjir. Meski empat pompa dikerahkan, air setinggi 30 cm masih menggenang hingga sore hari
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Banjir kembali merendam Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, setelah hujan deras mengguyur sejak malam hingga Kamis (29/1/2026).
- Genangan setinggi sekitar 30 sentimeter masih bertahan meski empat pompa beroperasi nonstop sejak dini hari, akibat tingginya debit air di Kali Mookervart.
- Petugas terus bersiaga dan berharap air segera surut jika hujan berhenti dan kondisi laut tidak pasang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ruas Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat kembali terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah Ibu Kota sejak malam hingga siang ini, Kamis (29/1/2026).
Hingga menjelang sore, genangan air terpantau masih bertahan dan menghambat laju kendaraan yang melintas di jalur utama penghubung Jakarta-Tangerang tersebut.
Operator Stasiun Pompa Daan Mogot KM13, Japra, mengatakan air mulai naik dan menggenangi jalanan sejak dini hari.
"Hujan memang sudah dari semalam. Banjir itu diperkirakan mulai jam 3 subuh sudah tergenang air," ujar Japra saat ditemui di lokasi.
Guna mempercepat penyusutan air, sebanyak empat unit pompa dikerahkan di titik tersebut.
Japra menjelaskan, mesin-mesin tersebut telah bekerja keras sejak subuh untuk membuang air menuju saluran pembuangan.
Baca juga: Banjir Daan Mogot Jakarta, Jalan Hanya Bisa Dilalui Mobil dan Truk
"Kapasitas satu pompa itu 300 liter per detik, total ada empat pompa. Ini bekerja nonstop dari jam 4 subuh sampai sekarang," jelasnya.
Meski pompa terus beroperasi, Japra mengakui hingga saat ini ketinggian air masih berada di angka yang sama, yakni sekitar 30 sentimeter. Hal ini disebabkan oleh tingginya debit air di saluran utama.
"Sekarang masih standar 30 cm, belum ada tanda-tanda surut. Tapi insyaallah kalau cuaca bagus dan enggak hujan lagi, habis Maghrib mudah-mudahan surut," tambah Japra.
Japra mengungkapkan, kunci utama dari surutnya banjir di Jalan Daan Mogot adalah kondisi Kali Mookervart.
Jika air di kali tersebut masih tinggi, maka proses pemompaan air dari jalan akan berjalan lebih lambat.
Selain hujan kiriman, kondisi air laut juga menjadi faktor penentu.
"Tergantung dari lautnya juga. Kalau lautnya enggak rob, kemungkinan air kali cepat surut. Patokan banjir di sini ya Kali Mookervart itu," katanya.
Di tengah kondisi yang melelahkan karena harus berjaga sejak dini hari, Japra menegaskan komitmennya bersama tim lapangan untuk terus bersiaga.
Ia mengaku siap menambah armada pompa jika mendapatkan instruksi dari pimpinan demi memastikan akses jalan kembali normal.
Baca tanpa iklan