Hasil Autopsi Korban Pembunuhan di Warakas: Lambung Memerah dan Bau Menyengat Akibat Racun Tikus
Fakta mengerikan di balik kematian satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya terkuak lewat hasil autopsi
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Ada aroma menusuk yang menyeruak saat proses pembedahan
- Dinding lambung korban berubah warna menjadi merah muda dengan cairan berwarna kecoklatan
- Korban tewas akibat terpapar zat kimia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Fakta mengerikan di balik kematian satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya terkuak lewat hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik.
Meski tubuh para korban tampak utuh tanpa luka luar, kondisi organ dalam mereka hancur akibat serangan senyawa kimia mematikan.
Dokter Forensik RS Polri, dr Nader Aditya Mardika, mengungkapkan kejanggalan yang ditemukan saat memeriksa jenazah sang ibu, SS (50), serta dua anaknya, AF (27) dan AD (14).
Ia menyebut tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada fisik korban, namun ada aroma menusuk yang menyeruak saat proses pembedahan.
"Dari pemeriksaan luar tidak didapatkan tanda-tanda kekerasan fisik. Namun, didapatkan bau yang sangat menyengat ketika isi lambung atau lambung dibuka," ungkap dr Mardika saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Warakas Campur Racun Tikus ke Dalam Rebusan Teh
Selain aroma menyengat, tim dokter menemukan dinding lambung korban berubah warna menjadi merah muda dengan cairan berwarna kecoklatan di dalamnya.
Dokter pun menyimpulkan para korban tewas akibat terpapar zat kimia yang tidak lazim masuk ke dalam tubuh manusia dalam dosis tinggi.
"Didapatkan sebuah kematian akibat senyawa kimia atau zat yang tidak lazim masuk ke dalam tubuh yang melebihi batas toleransi dan korban mati lemas," tegasnya.
Temuan medis ini sinkron dengan hasil uji laboratorium toksikologi yang mengonfirmasi keberadaan Zinc Phosphate atau racun tikus di dalam tubuh korban.
Baca juga: Pembunuhan Satu Keluarga di Warakas Jakut: Pelaku Ternyata Anak Kandung, Dendam Sering Dimarahi Ibu
Peneliti Toksikologi Kimia Universitas Indonesia, Prof Dr Budiawan, menjelaskan zat tersebut bekerja sangat destruktif di tingkat sel.
"Bahan-bahan ini beracun bagi sel tubuh manusia. Racun ini akan berubah menjadi phosphine (gas), kemudian menyebar ke seluruh organ, dan itulah yang dikenal sebagai racun seluler," terang Prof Budiawan.
Keganasan racun seluler ini membuat para korban kehilangan nyawa dalam waktu singkat tanpa sempat memberikan perlawanan fisik sedikit pun.
Hal ini juga didukung oleh kronologi keji yang dilakukan pelaku berinisial S (24), yang diduga membuat para korban pingsan terlebih dahulu sebelum menyuapkan cairan racun ke mulut mereka saat terlelap.
Pengungkapan Kasus
Polisi mengungkap penyebab kematian satu keluarga yang ditemukan tewas di Warakas, Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026) pukul 07.30 WIB.
Tiga orang inisial SS (50), AF (27), dan AD (14) dinyatakan meninggal dunia, sedang satu korban lainnya AS selamat.
Baca tanpa iklan