Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok dan Nasib Pria Bergolok yang Mengancam Wali Kota Bekasi Tri Adhianto

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto diancam dengan golok oleh seorang pria saat menertibkan pedagang kaki lima.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Pelaku pengancaman terhadap Wali Kota Bekasi Tri Adhianto adalah seorang pedagang es bernama Barmizon (60).
  • Barmizon sempat mengancam Tri Adhianto dengan sebilah golok.
  • Dia sempat dibawah ke kantor polisi, kemudian meminta maaf atas kejadian itu.

 

TRIBUNNEWS.COM Wali Kota Bekasi Tri Adhianto diancam dengan golok oleh seorang pria saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu, (8/2/2026).

Pelaku pengancaman pada akhirnya berhasil ditenangkan oleh petugas dan dibawa ke Mapolsek Bekasi Utara.

Belakangan diketahui bahwa pelaku adalah seorang pedagang es kelapa bernama Barmizon (60). Lewat video klarifikasi, Barmizon meminta maaf atas atas tindakannya. Dia mengaku tidak dapat menahan emosi.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Barmizon, mohon maaf pada Bapak Kapolres, Bapak Wali Kota, Bapak Dandim dan jajarannya. Dari kejadian tadi pagi di warung es kelapa saya, atas kesalahpahaman dan emosi saya saat penertiban spanduk di warung saya. Mohon dimaafkan dan saya tidak akan mengulangi lagi,” kata Barmizon dalam video yang beredar di media sosial.

Kronologi

Mulanya Tri Adhianto datang bersama Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro dan Dandim 05/07 Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat beberapa petugas menertibkan reklame di sebuah tempat penyimpanan kelapa, tiba-tiba muncul Barmizon yang mengenakan baju merah. Barmizon diduga menolak lapaknya dibongkar atau dipindahkan.

Dia tampak melawan sambil marah-marah. Lalu, Barmizon masuk ke sebuah ruko dan mengambil sebilah golok. Dia kemudian berjalan mendekat ke rombongan Tri Adhianto dan mengancam Wali Kota Bekasi itu.

Setelah melihat Barmizon mengancam, Tri Adhianto memilih menjauh dari dia. Sementara itu, polisi berusaha menenangkan Barmizon

Untuk meredakan situasi saat penertiban PKL, petugas menggunakan pendekatan persuasif.

Sejumlah petugas berupaya meminta pelaku agar menurunkan goloknya. Sementara itu, petugas lain menjaga jarak demi menghindari kemungkinan buruk.

Baca juga: Sosok Tri Adhianto, Wali Kota Bekasi Ditodong Golok Saat Tertibkan PKL di Duta Harapan

Negosiasi antara petugas dan pelaku akhirnya membuahkan hasil. Pelaku bersedia meletakkan golok. 

PENGANCAMAN - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto diancam oleh seorang pria dengan sebilah golok (berbaju merah) saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu, (8/2/2026).
PENGANCAMAN - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto diancam oleh seorang pria dengan sebilah golok (berbaju merah) saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu, (8/2/2026). (Tribunnews.com/Tribun Timur)

Barmizon dibawa polisi

Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono berujar kasus pengancaman itu ditangani oleh polisi. Setelah kejadian itu, pelaku dan barang bukti berupa golok dibawa oleh Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota ke Mapolsek Bekasi Utara.

"Kejadian tersebut sudah ditangani dengan baik oleh Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota. Kemarin sempat diamankan di Polsek Bekasi Utara. Sekarang sudah dipulangkan setelah menulis surat pernyataan dan video permintaan maaf," kata Suparyono dikutip dari Kompas.

Suparyono mengatakan keputusan memulangkan pelaku diambil dengan sejumlah pertimbangan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas