Pramono Tindak Lanjuti SE Kemendagri soal Korve Tiap Selasa dan Jumat
Pemprov DKI Jakarta siap tindaklanjuti rencana SE Kemendagri mengenai hari kebersihan di lingkungan pemerintahan setiap hari Selasa & Jumat.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Pemprov DKI Jakarta siap menindaklanjuti rencana SE Kemendagri mengenai hari kebersihan di lingkungan pemerintahan setiap hari Selasa & Jumat.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kebijakan yang baik dari pemerintah pusat, termasuk soal program korve.
- Kegiatan korve tetap dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kedisiplinan bersama di jajaran pemerintahan.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap menindaklanjuti rencana surat edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai hari kebersihan di lingkungan pemerintahan setiap hari Selasa dan Jumat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kebijakan yang baik dari pemerintah pusat, termasuk soal program korve.
“Untuk korve tadi juga diingatkan Pak Wagub dan kita pasti akan menindaklanjuti. Pokoknya hal yang baik dari Pemerintah Pusat pasti kita akan jalankan,” ucap Pramono usai Rapat Pimpinan (Rapim) Paripurna di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (10/2/2026).
Pramono menyebut, sebenarnya Jakarta sudah mempunyai sistem infrastruktur dan tata kelola yang relatif tertata.
Namun, kegiatan korve tetap dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kedisiplinan bersama di jajaran pemerintahan.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bakal mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai penetapan korve setiap hari Selasa dan Jumat.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
"Hari Selasa dan Jumat saya akan mengeluarkan surat edaran sebagai tidak hanya hari olahraga, tapi juga dilanjutkan dengan korve di daerah masing-masing, baik di lingkungan kantornya maupun juga di lingkungan daerahnya," ucap Tito.
Hal ini berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sempat membahas penanganan sampah dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dalam taklimatnya, mulanya Prabowo menyinggung soal sampah yang dapat mengganggu sektor pariwisata di Indonesia yang selama ini menjadi salah satu penyerap lapangan kerja paling banyak.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2025, tercatat ada 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Mendagri Bakal Keluarkan SE, Pemda Bersih Lingkungan Tiap Selasa dan Jumat
Prabowo pun menyebut, wisatawan tak akan mau datang ke Indonesia jika tempat wisatanya kotor.
“Apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah. (Apakah) dia mau datang lihat kumuh? Dia mau ke Bali, pantai di Bali kotor,” kata Prabowo.
Kemudian, Prabowo mengungkap pengalaman saat dirinya bertemu menteri hingga jenderal di Korea Selatan.
Menurutnya, mereka bilang bahwa Bali, Indonesia indah, tetapi saat ini kondisinya kotor.
Baca tanpa iklan