Potret Pasar Palmerah: Tertib dan Rapi Saat Prabowo Datang, Malam Ini Kembali Semrawut
Situasi di sekitar Pasar Palmerah, Jakarta, selepas Isya, malam ini, Jumat (13/2/2026) terlihat kembali "normal" alias semrawut.
Penulis:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Malam di Pasar Palmerah kembali ramai dengan lapak pedagang yang meluber ke badan jalan.
- Kabel semrawut, tenda darurat, dan tumpukan barang membuat suasana terlihat padat dan kurang tertata.
- Kendaraan harus melambat karena berbagi ruang dengan pembeli dan pedagang.
- Sehari sebelumnya, menjelang kunjungan Presiden Prabowo, pasar tampak bersih dan lebih rapi.
- Kini, kondisi kembali semrawut, menunjukkan kontras antara penataan sementara dan situasi normal pasar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Situasi di sekitar Pasar Palmerah, Jakarta, selepas Isya, malam ini, Jumat (13/2/2026) terlihat kembali "normal".
Pedagang menggelar dagangan hingga memakan badan jalan, sebagian duduk di bangku kayu rendah di samping tumpukan plastik dan keranjang.
Sepeda motor dan mobil harus berjalan pelan, berbagi ruang dengan pembeli yang lalu-lalang di sela lapak sayur dan bahan pokok.
Kondisi ini kontras jika dibandingkan dengan Hari Kamis malam (12/2/2026), atau menjelang kunjungan Presiden Prabowo di Jumat pagi untuk meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang berlokasi di area Polsek Palmerah.
Kemarin malam, kawasan ini tampak jauh lebih tertata. Lapak-lapak liar dirapikan, sampah disingkirkan, dan badan jalan relatif bersih dari hambatan.
Jalur kendaraan terlihat lebih lega, trotoar dapat dilalui tanpa harus berkelok menghindari meja dagangan. Ada kesan keteraturan yang sengaja dihadirkan, seolah pasar ingin menampilkan wajah terbaiknya.
Kerapihan dan suasana nyaman di area Pasar Palmerah, Jakarta, juga dirasakan pada Jumat pagi.
Jika biasanya di pagi hari badan jalan di Pasar Palmerah penuh dengan tumpukan sampah, keadaan tersebut tidak terlihat sama sekali.
Tak hanya sampah, lapak-lapak pedagang kaki lima di sepanjang jalan Palmerah juga tidak terlihat.
Hal ini sempat disyukuri oleh masyarakat. “Coba setiap hari di Palmerah begini,” celetuk seorang warga lalu tersenyum kepada salah satu petugas kepolisian yang berjaga di lokasi itu.
Selain sampah, kemacetan lalu lintas juga menghilang. Padahal di hari biasa, terutama saat pagi hari, jalan utama di Pasar Palmerah akan macet luar biasa.
Di jam masuk kantor itu, bunyi klakson dari motor dan mobil akan bersahut-sahutan.
Belum lagi diperparah oleh angkot yang 'ngetem' di pinggir jalan menunggu penumpang.
Sayang, semua itu hanya bertahan dalam satu hari saja.
Malam ini, pemandangan itu seakan menguap. Tenda-tenda kembali berdiri rapat, sebagian miring menjorok ke jalan. Kantong-kantong plastik dan sisa kemasan menumpuk di sudut-sudut, sementara kendaraan kembali tersendat di tengah keramaian.
Aktivitas ekonomi memang hidup, tetapi penataan kembali longgar. Pasar Palmerah kembali ke "setelah pabrik": padat, dan semrawut.
Harapan masyarakat
Warga dan para pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan Palmerah, Jakarta berharap lalu lintas tertib tak hanya saat Presiden Prabowo Subianto hendak melintasi kawasan tersebut.
Pasalnya, selama ini kawasan Palmerah menjadi salah satu titik kemacetan parah.
Utamanya karena aktivitas pasar yang sampai berjualan di bahu jalan dan banyaknya angkot ngetem.
"Harusnya ya setiap hari kayak gini kan enak enggak macet. Coba kalau hari biasa kan yang dagangnya pada sampai ke tengah jalan," ujar Ade, pengendara ojol yang kerap melintas di kawasan Palmerah.
Hal senada disampaikan Dadang. Sebagai warga Palmerah, ia mengaku sudah lelah dengan kemacetan yang kerap terjadi di kasasan tersebut.
"Kalau pagi sama sore di sini tuh parah banget macetnya karena banyak yang dagang. Semoga aja bisa terus diatur kayak gini jalannya biar enggak macet," kata dia.
Pasar Palmerah
Pasar Palmerah sendiri merupakan salah satu pusat ekonomi tradisional bersejarah di Jakarta yang telah berdiri sejak era kolonial Belanda (Batavia).
Terletak secara strategis di Jalan Palmerah Barat, perbatasan antara Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, pasar ini berada tepat di seberang Stasiun KRL Palmerah, menjadikannya titik kumpul utama bagi para komuter dan warga lokal.
Meskipun bangunan fisiknya telah mengalami revitalisasi besar-besaran pada tahun 1999 menjadi gedung bertingkat, pasar ini tetap mempertahankan karakteristik "pasar rakyat" yang kental dengan interaksi sosial yang hangat antar pedagang dan pembeli.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.