Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kasus Dugaan Pencabulan 4 Anak di Tangsel, Polisi Akan Periksa Pelapor dan Saksi

H mengungkap anaknya menjadi korban pencabulan di sebuah kontrakan kawasan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan Banten. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kasus Dugaan Pencabulan 4 Anak di Tangsel, Polisi Akan Periksa Pelapor dan Saksi
dok. kompas
Ilustrasi korban pencabulan anak di Tangerang Selatan, Banten, kini diusut polisi. 

Ringkasan Berita:
  • H mengungkap anaknya menjadi korban pencabulan di sebuah kontrakan kawasan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten. 
  • Pelaku pencabulan merupakan tetangga korban dan masih memiliki hubungan kerabat. 
  • Korban tidak kuasa melawan karena diancam.
  • Total empat anak diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh remaja inisial EZ.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat anak diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh remaja inisial EZ.

Peristiwa itu terjadi di sebuah kontrakan wilayah Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Sat PPA/PPO Polres Tangsel.

Menurutnya, penyelidik sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak.

"Perkara ini sudah dalam penanganan Sat PPA/PPO Polres Tangsel, sembari menunggu agenda pemeriksaan pelapor dan saksi-saksi terjadwal besok 20 Februari 2026 atas permintaan pelapor," tegas Kombes Budi kepada wartawan Kamis (19/2/2026).

Empat korban anak berjenis kelamin laki-laki.

Rekomendasi Untuk Anda

Tiga di antaranya berinisial A (11), I (5), dan M (3), yang merupakan anak dari H, ibu kandung korban selaku pelapor.

Satu korban belum diketahui inisialnya ialah anak tetangga korban. 

Kronologi kejadian

H mengungkap anaknya menjadi korban pencabulan di sebuah kontrakan kawasan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. 

Pelaku pencabulan merupakan tetangga korban dan masih memiliki hubungan kerabat. 

Korban tidak kuasa melawan karena diancam.

Kasus ini terbongkar pada awal Februari 2026 setelah pihak sekolah memanggil orang tua murid untuk memberikan penjelasan terkait kejadian yang dialami dua anaknya.

H menuturkan dirinya awalnya tidak menaruh curiga ketika anaknya mengeluh sakit pada bagian anus. 

Ia menduga keluhan tersebut hanya masalah pencernaan.

H bahkan sempat mengira anaknya mengalami sembelit, namun rasa sakit yang dialami sang anak berulang beberapa hari.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas