Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Proyek Flyover Latumenten Picu Macet Parah di Grogol, DPRD DKI Dorong Pengaturan Lalin

Kemacetan parah di proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI desak pengaturan lalu lintas maksimal agar warga tak makin dirugikan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Proyek Flyover Latumenten Picu Macet Parah di Grogol, DPRD DKI Dorong Pengaturan Lalin
Tribunnews.com
FLYOVER LATUMENTEN - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth melakukan sidak proyek pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol, Jakarta Barat yang dikeluhkan masyarakat membuat kemacetan parah. (HO) 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proyek pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol, Jakarta Barat menuai banyak keluhan warga akibat kemacetan yang kian parah.

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi usai menerima banyak laporan masyarakat.

"Banyak warga komplain ke saya proses pembangunan ini bikin macet luar biasa karena ada penyempitan jalan," tegas Kent kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Dalam tinjauan lapangan, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menemukan penyempitan signifikan di Jalan Latumenten. 

Ruas jalan yang semula memiliki tiga lajur kini hanya menyisakan satu lajur aktif.

Walhasil antrean kendaraan mengular terutama saat masuk jam-jam sibuk.

Rekomendasi Untuk Anda

Kader PDI Perjuangan itu juga menyoroti keberadaan angkot JakLingko yang berhenti tepat setelah perlintasan kereta api. 

Menurutnya, posisi tersebut menjadi titik rawan penumpukan kendaraan.

"Angkot berhenti persis setelah perlintasan kereta. Ini memperparah kemacetan. Harusnya titik berhenti digeser sedikit ke depan setelah posisi bottleneck, supaya arus kendaraan tetap bergerak," ujarnya.

Ia turut menyoroti masih melintasnya kendaraan besar seperti truk kontainer dan bus di jalur yang kini menyempit. 

Kent menilai, selama proyek berlangsung, kendaraan berukuran besar seharusnya dialihkan ke jalur alternatif.

"Truk kontainer dan bus besar masih lewat sini. Dengan kondisi tinggal satu lajur, ini jelas tidak ideal. Saya minta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera cari solusi konkret," tuturnya.

Kent menegaskan bahwa proyek strategis tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. 

Ia menyatakan dukungan terhadap pembangunan flyover, namun meminta pengaturan lalu lintas dilakukan lebih maksimal.

"Kita semua mendukung pembangunan Flyover Latumenten ini karena tujuannya baik, untuk mengurai kemacetan akibat perlintasan kereta. Tapi jangan sampai prosesnya justru menyengsarakan masyarakat setiap hari. Harus ada pengaturan lalu lintas yang lebih tegas, pengawasan di lapangan yang konsisten, dan solusi cepat untuk kendaraan besar maupun titik berhenti angkot," tegasnya.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas