Dari Ojek Online hingga Marbot, 15.000 Warga Terima Santunan Ramadan
Sagha Group salurkan 15.000 santunan Ramadan lebih awal bagi pekerja informal dan kelompok rentan di Jabodetabek
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Sagha Group menyalurkan 15.000 santunan Ramadan di Jabodetabek bagi kelompok rentan, mulai pekerja informal hingga dhuafa dan disabilitas
- Distribusi dipercepat sejak awal Ramadan agar bantuan segera dimanfaatkan, terutama oleh penerima berpendapatan harian
- Program ini ditegaskan sebagai komitmen sosial tahunan perusahaan di tengah tekanan daya beli
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah tekanan daya beli dan kenaikan harga kebutuhan pokok, Sagha Group menyalurkan 15.000 santunan Ramadan kepada berbagai kelompok rentan di Jabodetabek.
Distribusi bantuan dipercepat sejak awal bulan suci agar dapat langsung dimanfaatkan penerima manfaat, terutama pekerja sektor informal yang bergantung pada pendapatan harian.
Sebanyak 1.000 santunan di antaranya diberikan kepada petugas kebersihan dan keamanan, profesi yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan lingkungan namun kerap luput dari perhatian.
Direktur Sagha Group, Masduri Amrawi, mengatakan percepatan distribusi dilakukan atas arahan CEO Hanta Yuda Rasyid agar bantuan tidak menumpuk di akhir Ramadan.
“Sejak awal Ramadan, seluruh tim diminta bergerak cepat agar santunan bisa langsung dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Baca juga: Ibas Ajak Pedagang dan UMKM Jaga Stabilitas Harga Selama Ramadan
Secara keseluruhan, program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat. Selain petugas kebersihan dan keamanan, bantuan diberikan kepada 3.000 pengemudi ojek online, 3.000 dhuafa di Depok, 1.000 dhuafa di Bogor, 1.000 penyandang disabilitas, 1.000 anak yatim, serta 2.000 marbot masjid.
Sebanyak 3.000 santunan lainnya disalurkan kepada pekerja sektor informal seperti sopir angkot, tukang becak, pedagang keliling, pemulung, kuli pasar, hingga penjaga makam.
Kelompok-kelompok ini dinilai rentan secara ekonomi karena penghasilannya sangat bergantung pada aktivitas harian. Ketika daya beli melemah atau aktivitas berkurang, pendapatan mereka ikut tertekan.
Masduri menegaskan program santunan Ramadan bukan agenda insidental, melainkan komitmen sosial tahunan perusahaan. Menurutnya, Ramadan selalu menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.
Di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan puasa dan menjelang Lebaran, distribusi bantuan yang dilakukan lebih awal diharapkan dapat membantu meringankan beban para penerima manfaat.
Baca tanpa iklan