Perang AS–Israel vs Iran Memanas, Pramono Minta Warga Jakarta Tak Panic Buying BBM dan Pangan
Pramono Anung minta warga Jakarta tidak panic buying BBM di tengah konflik AS-Israel dan Iran. Stok BBM dan pangan dipastikan aman.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Pemprov DKI Jakarta memastikan ketersediaan BBM dan bahan pangan tetap aman meski konflik global antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memanas.
- Gubernur Pramono Anung mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying.
- Menurutnya, stok BBM diprioritaskan untuk Jakarta dan pasokan pangan seperti beras, daging, serta cabai masih terjaga menjelang Idulfitri.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan bahan bakar minyak (BBM) dan pangan di tengah kekhawatiran dampak konflik global antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang semakin memanas.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Jakarta tetap aman karena pengelolaannya dilakukan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Semua stok di Jakarta ini pasti dikelola bersama-sama dengan pemerintah pusat, bukan kemudian dikelola oleh pemda sendiri. Tetapi dikelola bersama-sama, karena saya meyakini di Jakarta tidak akan ada panic buying untuk urusan BBM,” ujar Pramono saat ditemui di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Menurut Pramono, Jakarta selalu menjadi salah satu wilayah prioritas dalam distribusi BBM nasional, terutama menjelang momen besar seperti mudik dan Hari Raya Idulfitri yang biasanya diikuti peningkatan mobilitas masyarakat.
Ia menjelaskan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan untuk memastikan pasokan BBM tetap terjaga.
“Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya, karena kami juga punya stok sendiri,” katanya.
Selain memastikan ketersediaan BBM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjamin stok bahan pangan tetap aman meskipun situasi geopolitik global sedang memanas akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pemprov DKI Pantau Harga Pangan
Pramono mengatakan pemerintah daerah terus memantau pasokan bahan pokok di Ibu Kota, terutama menjelang Idulfitri ketika permintaan masyarakat biasanya meningkat.
“Untuk Jakarta, hal yang mencakup kebutuhan pokok, mulai dari beras, daging, cabai merah keriting, dan lainnya, kami menggaransi aman. Bahkan sebenarnya kelebihan stok,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum terjadi kenaikan harga pangan yang signifikan di pasar-pasar Jakarta. Pemerintah terus memonitor perkembangan harga untuk memastikan inflasi tetap terkendali.
Menurut Pramono, sempat terjadi kenaikan harga cabai merah keriting, namun peningkatannya masih tergolong kecil.
“Sampai hari ini terbukti pasar tidak ada kenaikan yang signifikan. Memang ada kenaikan cabai merah keriting kemarin, itu hanya sekitar tiga sampai lima persen. Mudah-mudahan ini bisa kita jaga,” jelasnya.
Pemprov DKI Jakarta juga mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga daging yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Salah satu langkah yang diambil adalah menambah pasokan sapi ke Jakarta.
“Kenapa kemudian kemarin daging kami mengimpor dan masuk 2.000 ekor? Betul-betul kami persiapan supaya harga daging di Jakarta tidak mengalami kenaikan,” kata Pramono.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus menjaga stabilitas pasokan pangan dan energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, khususnya menjelang Idulfitri dan masa mudik.