Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Trauma Tragedi Ermanto Usman, Warga Jatibening Ramai-ramai Pasang CCTV dan Lampu Sorot

Mencekam! Warga Jatibening trauma pasca-tragedi aktivis Ermanto Usman. Ramai-ramai pasang CCTV & lampu sorot demi jaga wasiat terakhir. Klik!

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trauma Tragedi Ermanto Usman, Warga Jatibening Ramai-ramai Pasang CCTV dan Lampu Sorot
WartaKotalive.com/YouTube Forum Keadilan TV
KEMATIAN ERMANTO USMAN — Kolase foto sosok Ermanto Usman (65) saat melakukan wawancara (kiri) dan suasana olah TKP kepolisian di kediamannya, Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat (kanan). Pasca-tragedi berdarah pada Senin (2/3/2026) tersebut, warga sekitar yang dilanda trauma kini ramai-ramai memasang CCTV dan lampu sorot untuk memperketat keamanan lingkungan. 

Ringkasan Berita:
  • Aktivis vokal pembongkar korupsi Rp4,08 triliun tewas mengenaskan di kamar terkunci menjelang sahur.
  • Kejanggalan motif mencuat saat mobil mewah dibiarkan utuh, namun kunci dan STNK raib.Wasiat terakhir sang 
  • penjaga keamanan akhirnya terwujud lewat tembok tinggi yang dibangun terlambat.

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Rumah dua lantai bercat putih itu tampak megah di sudut Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat. Namun, kemewahan dinding granit dan kanopi kaca tempered itu kini diselimuti keheningan mencekam.

Di balik pagar abu-abu metalik, dua unit mobil mewah—Honda CRV Prestige hitam dan Wuling BinguoEV krem—masih terparkir kaku.

Keduanya menjadi saksi bisu tragedi berdarah yang menimpa sang pemilik, Ermanto Usman (65), pada Senin subuh (2/3/2026).

Pantauan Tribunnews.com di lokasi pada Senin (9/3/2026), suasana rumah mendiang Ermanto Usman tampak sepi tak berpenghuni. 

Kontras dengan kesunyiannya, seluruh lampu di kediaman almarhum masih dibiarkan menyala, seolah menolak redup meski sang empunya rumah telah tiada.

Misteri Motif: Mobil Mewah Utuh, Kunci & STNK Raib

Kematian Ermanto menyisakan tanda tanya besar yang melampaui dugaan perampokan biasa. Meski perhiasan gelang emas raib, pelaku nyatanya membiarkan dua mobil mewah di garasi tetap utuh.

Rekomendasi Untuk Anda

Anehnya, pelaku justru menggondol kunci dan STNK kedua mobil tersebut—sebuah tindakan yang tidak lazim bagi kriminal amatir.

Latar belakang Ermanto sebagai aktivis pelabuhan vokal kian mempertebal misteri.

Beberapa bulan sebelum tragedi, sosok yang akrab disapa Pak Haji ini sempat muncul di kanal YouTube Forum Keadilan TV. 

Ia secara frontal mengungkap dugaan korupsi di PT Pelindo II yang ditaksir merugikan negara hingga Rp4,08 triliun.

Vokalitasnya dalam isu korupsi kelas kakap ini memicu spekulasi: apakah tragedi ini murni perampokan, atau sebuah aksi terencana yang sengaja disamarkan?

"Wasiat" Tembok dan Celah Maut Tol Becakayu

KEMATIAN ERMANTO USMAN - Penampakan tembok pembatas Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat, tepat di depan kediaman mendiang Ermanto Usman (65), Selasa (10/3/2026). Sebelum ditemukan tewas terbunuh, pensiunan JICT tersebut diketahui berulang kali meminta agar tembok ini ditinggikan demi keamanan, namun baru terealisasi pasca-tragedi.
KEMATIAN ERMANTO USMAN - Penampakan tembok pembatas Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat, tepat di depan kediaman mendiang Ermanto Usman (65), Selasa (10/3/2026). Sebelum ditemukan tewas terbunuh, pensiunan JICT tersebut diketahui berulang kali meminta agar tembok ini ditinggikan demi keamanan, namun baru terealisasi pasca-tragedi. (Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami)

Kematian Ermanto menjadi tamparan keras bagi warga kompleks.

Sebagai sosok kritis, ia berulang kali mengingatkan pengurus RT mengenai celah pada tembok pembatas kompleks yang rendah dan berlubang—tepat di seberang rumahnya.

Titik itu dinilai sebagai "zona merah" karena berbatasan langsung dengan lahan kosong bersemak serta akses terbuka Tol Becakayu dan Jalan Raya Kalimalang, yang memudahkan pelaku kriminal menyusup maupun melarikan diri.

"Pak Ermanto itu 'wasiatnya' cuma satu: kenapa tembok ini tidak ditinggikan? Beliau sudah lapor berkali-kali, akhirnya justru dia sendiri yang jadi korban," ujar Silvi (nama disamarkan), tetangga korban dengan nada getir.

Baca juga: Sosok Pelaku Pembunuhan Wanita di Depok, Jasad Baru Ditemukan 5 Bulan setelah Kejadian

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas