Kisah Puput Menjemput Rezeki di Pelabuhan Merak saat Arus Mudik, Omzet Capai Rp 450 Ribu Per Hari
Puput bisa mengantongi omzet antara Rp 200.000 hingga Rp 450.000 dengan berdagang di Pelabuhan Merak.
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Sekumpulan perempuan lebih dari tujuh orang menjajakan dagangannya di garis depan Pelabuhan Eksekutif Merak, Banten.
- Puput biasanya mulai menggelar dagangan sekira pukul 22.00 WIB.
- Dalam satu malam, ia bisa mengantongi omzet antara Rp 200.000 hingga Rp 450.000.
- Uang itulah yang nantinya ia kumpulkan untuk merayakan Lebaran.
TRIBUNNEWS.COM, MERAK – Di saat ribuan pemudik bergegas mengejar kapal untuk pulang ke kampung halaman, serombongan ibu-ibu justru melakukan hal sebaliknya.
Sekumpulan perempuan yang lebih dari tujuh orang itu setia menunggu di garis depan Pelabuhan Eksekutif Merak, Banten.
Baca juga: Kisah Wiji Mudik dari Cibubur Menuju Kebumen, Buka Puasa Lesehan di Rest Area KM 102 Tol Cipali
Bukan untuk menyeberang, melainkan untuk menjemput rezeki di tengah keriuhan arus mudik.
Satu di antaranya adalah Puput (54). Dia tampak mengenakan pakaian berwarna kuning mustard dengan hijab yang serupa warnanya.
Kacamata berbingkai hitam menghiasi wajah, serta membingkai sorot matanya yang tampak sayu.
Sapuan lipstik merah tua di bibirnya pun tetap terlihat meski duduk di bawah temaram lampu gerbang pelabuhan.
Puput adalah potret pejuang ekonomi yang telah berdagang di lokasi itu sejak tahun 2003.
Saat ditemui jurnalis Tribunnews, Alfarizy, Minggu (15/3/2026) dini hari pukul 03.30 WIB, wanita paruh baya itu tampak duduk di sebuah bangku kecil dengan berbagai varian minuman bubuk kemasan dalam keranjang kecil.
Di hadapannya pula, ada dua termos berisi air panas untuk menyajikan minuman dan juga mie instan.
Bagi Puput, malam adalah waktu utamanya bekerja. Ia biasanya mulai menggelar dagangan sekira pukul 22.00 WIB.
Jadwal pulangnya sangat bergantung pada keramaian pemudik.
"Kalau ramai, bisa sampai jam 06.00 pagi baru pulang. Kalau sepi, ya sebelum Subuh saya sudah pulang ke rumah," ujar Puput kepada Tribunnews.
Dua puluh tiga tahun bukan waktu yang singkat. Puput mengaku sudah melewati berbagai fase di Pelabuhan Merak.
Ia mengenang masa-masa sulit dulu, di mana ia harus kucing-kucingan dengan petugas keamanan.
Baca tanpa iklan