Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kisah Puput Menjemput Rezeki di Pelabuhan Merak saat Arus Mudik, Omzet Capai Rp 450 Ribu Per Hari

Puput bisa mengantongi omzet antara Rp 200.000 hingga Rp 450.000 dengan berdagang di Pelabuhan Merak.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Sekumpulan perempuan lebih dari tujuh orang menjajakan dagangannya di garis depan Pelabuhan Eksekutif Merak, Banten.
  • Puput biasanya mulai menggelar dagangan sekira pukul 22.00 WIB.
  • Dalam satu malam, ia bisa mengantongi omzet antara Rp 200.000 hingga Rp 450.000.
  • Uang itulah yang nantinya ia kumpulkan untuk merayakan Lebaran.
 


TRIBUNNEWS.COM, MERAK – Di saat ribuan pemudik bergegas mengejar kapal untuk pulang ke kampung halaman, serombongan ibu-ibu justru melakukan hal sebaliknya.

Sekumpulan perempuan yang lebih dari tujuh orang itu setia menunggu di garis depan Pelabuhan Eksekutif Merak, Banten.

Baca juga: Kisah Wiji Mudik dari Cibubur Menuju Kebumen, Buka Puasa Lesehan di Rest Area KM 102 Tol Cipali

Bukan untuk menyeberang, melainkan untuk menjemput rezeki di tengah keriuhan arus mudik.

Satu di antaranya adalah Puput (54). Dia tampak mengenakan pakaian berwarna kuning mustard dengan hijab yang serupa warnanya. 

Kacamata berbingkai hitam menghiasi wajah, serta membingkai sorot matanya yang tampak sayu.

 

PEDAGANG DI PELABUHAN MERAK - Puput (54), pedagang asongan di Pelabuhan Merak, tetap semangat menjajakan dagangannya meski waktu menunjukkan pukul 03.30 WIB, Minggu (15/3/2026). Hasil berjualan kopi dan minuman instan ini nantinya akan digunakan untuk membeli keperluan Lebaran dan biaya mudik ke Rangkasbitung usai hari raya.
PEDAGANG DI PELABUHAN MERAK - Puput (54), pedagang asongan di Pelabuhan Merak, tetap semangat menjajakan dagangannya meski waktu menunjukkan pukul 03.30 WIB, Minggu (15/3/2026). Hasil berjualan kopi dan minuman instan ini nantinya akan digunakan untuk membeli keperluan Lebaran dan biaya mudik ke Rangkasbitung usai hari raya. (Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah)
Rekomendasi Untuk Anda

Sapuan lipstik merah tua di bibirnya pun tetap terlihat meski duduk di bawah temaram lampu gerbang pelabuhan.

Puput adalah potret pejuang ekonomi yang telah berdagang di lokasi itu sejak tahun 2003.

Saat ditemui jurnalis Tribunnews, Alfarizy, Minggu (15/3/2026) dini hari pukul 03.30 WIB, wanita paruh baya itu tampak duduk di sebuah bangku kecil dengan berbagai varian minuman bubuk kemasan dalam keranjang kecil.

Di hadapannya pula, ada dua termos berisi air panas untuk menyajikan minuman dan juga mie instan.

Bagi Puput, malam adalah waktu utamanya bekerja. Ia biasanya mulai menggelar dagangan sekira pukul 22.00 WIB. 

Jadwal pulangnya sangat bergantung pada keramaian pemudik.

"Kalau ramai, bisa sampai jam 06.00 pagi baru pulang. Kalau sepi, ya sebelum Subuh saya sudah pulang ke rumah," ujar Puput kepada Tribunnews.

Dua puluh tiga tahun bukan waktu yang singkat. Puput mengaku sudah melewati berbagai fase di Pelabuhan Merak.

Ia mengenang masa-masa sulit dulu, di mana ia harus kucing-kucingan dengan petugas keamanan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas