Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dwintha Anggary, Cucu Mpok Nori yang Dibunuh Mantan Suami Siri Dikenal Lembut dan Penyayang

Dwintha ditemukan tewas, diduga dibunuh mantan suami siri WN Irak. Sosoknya dikenal lembut, keluarga minta pelaku dihukum berat

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Dwintha Anggary, Cucu Mpok Nori yang Dibunuh Mantan Suami Siri Dikenal Lembut dan Penyayang
Tribunjakarta.com/Bima Putra
LOKASI PEMBUNUHAN - Unit kontrakan tempat Dewhinta Anggary, cucu dari seniman legenda Betawi Mpok Nori ditemukan tewas, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026). Pelakunya manta suami. 

Ringkasan Berita:
  • Dwintha Anggary (37) ditemukan tewas di kontrakannya, diduga dibunuh mantan suami siri berinisial FD 
  • WN Irak. Keluarga menyebut korban sosok lembut, penurut, dan penyayang anak 
  • Pelaku diduga cemburuan dan masih memantau korban meski telah berpisah, sementara keluarga menuntut hukuman seadil-adilnya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus pembunuhan tragis menimpa Dwintha Anggary (37), seorang perempuan yang ditemukan tewas di kontrakannya. 

Peristiwa ini diduga melibatkan mantan suami sirinya berinisial FD (49), warga negara Irak.

Di balik kejadian tersebut, keluarga mengungkap sisi lain kehidupan korban yang dikenal sebagai pribadi lembut dan penyayang.

Kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40), menyebut Dwintha sebagai sosok yang selalu mengalah dalam berbagai situasi. 

Ia juga dikenal dekat dengan keluarga dan sangat menyayangi anak-anak di sekitarnya.

“Korban itu baik banget, penurut, dan suka mengalah. Kalau kita omelin atau sindir, dia cuma senyum saja, orangnya memang murah senyum,” ujar Dian saat ditemui, Minggu (22/3/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Dwintha juga dikenal sangat menyayangi anak-anak, terutama para keponakannya di lingkungan keluarga.

Baca juga: Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Warga Negara Irak di Cipayung Jaktim, Polisi Amankan Sebuah Pisau

Dian mengungkapkan, sebelum kejadian tragis tersebut, korban telah ditalak oleh pelaku pada awal Februari 2026.

Setelah itu, Dwintha memutuskan untuk tinggal terpisah dengan mengontrak rumah sendiri.

Namun, pelaku justru menyewa tempat tinggal di sekitar kontrakan korban.

Menurut Dian, pelaku memiliki sifat cemburuan dan cenderung mengekang.

“Dia agak cemburuan. Adik saya tidak boleh komunikasi dengan orang lain,” katanya.

Meski tidak pernah mendengar secara langsung adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Dian mengaku melihat perubahan dalam hubungan keduanya, terutama sejak korban mulai aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sejak adik saya kerja, aktivitasnya makin banyak, temannya juga bertambah. Mungkin dari situ dia cemburu,” ujarnya.

Komunikasi terakhir Dian dengan korban terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB melalui pesan singkat.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas