WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Sudah 9 Tahun di Indonesia
DA, seorang wanita di wilayah Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, menjadi korban pembunuhan yang dilakukan WNA asal Irak berinisial FTJ.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- WNA asal Irak berinisial FTJ tega membunuh DA, seorang wanita di wilayah Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
- Pelaku yang merupakan mantan suami siri korban telah menetap di Indonesia selama sekitar sembilan tahun.
- Polisi sudah menyurati Kedutaan Besar Irak dan akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi.
TRIBUNNEWS.COM - DA, seorang wanita di wilayah Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, menjadi korban pembunuhan.
Cucu dari seniman sekaligus pelawak legendaris Betawi, almarhumah Mpok Nori, meregang nyawa di tangan mantan suami sirinya yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Irak berinisial FTJ.
Berdasarkan keterangan Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Fechy J Ataupah, pelaku telah menetap di Indonesia selama sekitar sembilan tahun.
"Dia WNA, tapi sudah pindah ke Indonesia atau dia di Indonesia sudah sekitar 9 tahun menggunakan KITAS dan KITAP," kata Fechy, Selasa (24/3/2026).
Fechy menyebut, polisi sudah menyurati Kedutaan Besar Irak dan akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi.
"Tentu, pasti kita koordinasikan dengan Imigrasi dan juga Kedutaan. Kedutaan sudah kami surati kemarin," terangnya.
Sebagai informasi, korban ditemukan di kontrakannya pada Sabtu (2/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dalam kondisi terkapar bersimbah darah dengan luka pada bagian leher dan tubuh atas.
Di balik aksi keji tersebut, terungkap sebuah motif utama yang menyelimuti hubungan pasangan ini tidak lain adalah cemburu buta.
Dari pemeriksaan kepolisian, tersangka FTJ mengaku nekat menghabisi nyawa DA karena merasa dikhianati.
AKP Fechy J. Ataupah mengungkapkan tersangka kerap diliputi rasa curiga terhadap korban.
"Dari hasil pemeriksaan, motif di balik pembunuhan ini adalah karena tersangka cemburu dengan korban," ujar AKP Fechy J. Ataupah dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).
Baca juga: Jejak Pelarian Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Tinggalkan Pisau dan Baju di TKP
Kepada penyidik, FTJ mengklaim dirinya sudah beberapa kali memergoki istri sirinya itu menjalin hubungan dengan pria lain.
Akumulasi rasa sakit hati inilah yang kemudian meledak menjadi aksi kekerasan. Puncaknya terjadi di kediaman mereka di kawasan Bambu Apus.
Keributan mulut tak terhindarkan lagi. Adu mulut yang hebat antara FTJ dan DA berubah menjadi perkelahian fisik yang brutal.
Dalam kondisi gelap mata, tersangka FTJ menggunakan senjata tajam untuk melukai korban. Luka fatal di bagian leher membuat korban meninggal seketika.
Baca tanpa iklan