Sampah Plastik Mengular di Pantai Ancol saat Libur Lebaran, Wisatawan Tetap Bermain Air
Pantai Ancol dipenuhi sampah kiriman akibat angin muson barat saat libur Lebaran, meski wisatawan tetap memadati kawasan
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Sampah plastik terlihat menumpuk di salah satu pantai Ancol saat libur Lebaran, kontras dengan aktivitas wisatawan yang tetap bermain
- Pihak Ancol menyebut kiriman sampah terjadi akibat angin muson barat yang membawa limbah ke pesisir
- Tim kebersihan rutin melakukan pemantauan dan pembersihan, serta menambah personel selama periode liburan
TRIBUNNWES.COM, JAKARTA - Sampah tampak terlihat jelas berada di salah satu pantai di kawasan Ancol. Tampak kontras di antara wisatawan yang tengah menikmati masa libur lebaran.
Meski ada sampah, tampak wisatawan, terkhususnya anak-anak tetap memilih bermain air laut.
Sampah-sampah itu kebanyakan merupakan limbah plastik. Mengular di garis batas antara pasir pantai dan air laut.
Humas Ancol Taman Impian Windriatmoko mengatakan kawasan Ancol memang mendapat kiriman sampah jika tengah masuk musim di mana angin muson barat bertiup.
"Saat ini kan musim juga masih masuk ke musim barat. Memang begitu angin besar, biasanya kita sering di wilayah utara Jakarta itu, terutama di kawasan pantai, mendapat kiriman sampah," ujar Daniel saat dikonfirmasi, Rabu (24/3/2026).
Ia menjelaskan, tim lingkungan dan kebersihan Ancol setiap hari memantau kondisi kawasan, baik di area daratan maupun pantai.
Baca juga: Tren Piknik Lebaran di Ancol: Warga Bawa Tenda Sendiri Demi Hemat Biaya
Apabila terjadi penumpukan sampah di titik tertentu, petugas akan membagi tim untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh.
"Jadi setiap hari mereka memantau kawasan daratan dan kawasan pantai. Apabila memang terjadi penumpukan-penumpukan, mereka membagi timnya untuk sweeping di kawasan-kawasan titik tertentu," katanya.
Selain itu, pihak Ancol juga menambah personel di beberapa bagian selama masa libur Lebaran, termasuk tim kebersihan.
Penambahan personel juga dilakukan di area gerbang dan akses masuk kawasan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung serta dampaknya terhadap lingkungan.