Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kejanggalan Kematian Wanita di Boyolali setelah Terima Paket Sate Ayam, Menantu Diperiksa

Kasus kematian wanita di Boyolali usai menerima kiriman sate ayam memicu dugaan pembunuhan berencana, polisi masih menunggu hasil autopsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Febri Prasetyo

Ringkasan Berita:
  • Warga Boyolali digegerkan dengan kematian seorang wanita 57 tahun yang ditemukan tewas setelah menerima kiriman sate ayam melalui ojek online.
  • Keluarga menduga menantu korban berinisial P mencampurkan racun ke makanan.
  • Polisi menegaskan penyelidikan masih berjalan dan hasil autopsi akan menentukan penyebabi kematian.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kasus pembunuhan berencana menggunakan racun makanan kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap keamanan pangan di Indonesia.

Metode pengiriman makanan melalui ojek online dijadikan salah satu medium kejahatan dengan menyamarkan identitas pengirim.

Warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, digegerkan dengan kematian wanita berinisial A pada Selasa (19/5/2026) lalu.

A ditemukan tewas di kamar rumahnya dalam kondisi tangan mengepal.

Jasad A pertama kali ditemukan anaknya yang curiga lampu rumah belum dimatikan.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah jenazah dimakamkan, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan.

Kakak korban, Widodo, mengatakan kejanggalan awal saat proses pemandian jenazah.

Ditemukan luka biru tak wajar pada mulut serta telinga korban.

Selain itu, korban mendapat kiriman sate ayam melalui driver ojol sehari sebelumnya.

Baca juga: Sate Maut di Boyolali, Keluarga Curiga ke Sosok Menantu, Widodo: Tak Harmonis, Kerap Minta Uang

Ia mencurigai sate ayam yang sudah dicampur racun sebagai penyebab kematian korban.

Diduga sate ayam dikirim oleh menantu korban yang berinisial P, namun mengatasnamakan anak korban, Luriyanti.

Lokasi pembelian sate ayam yang dekat dengan rumah Luriyanti diduga sebagai cara agar P tak dicurigai.

"Jarak rumah terduga pelaku di Kartasura relatif jauh, namun ia justru memesan sate di area Pandean yang dekat dengan rumah anak korban, sehingga muncul kecurigaan adanya upaya untuk mengambinghitamkan anak korban sendiri," katanya, Senin (1/6/2026), dikutip dari YouTube Tribunnews.com.

Sesaat setelah sate dikirimkan, terduga pelaku sempat datang ke rumah korban dengan membawa roti bakar sebagai upaya mengecek situasi.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas