Kisah Arief Hardiman, Keeper Jerapah di Ragunan: Suka Duka Merawat Satwa Tertinggi di Darat
Arief Hardiman, keeper jerapah Ragunan, berbagi suka duka merawat satwa ramah asal Afrika Selatan.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Arief Hardiman telah tiga tahun menjadi keeper jerapah di Ragunan.
- Ia menikmati interaksi langsung memberi makan satwa tertinggi di darat, meski ada risiko saat masa birahi.
- IRagunan memiliki tiga jerapah: Dirga, Yuri, dan anaknya Rajaka.
- Program edukasi feeding time dan keeper talk rutin digelar untuk pengunjung.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjadi keeper jerapah atau perawat khusus yang bertanggung jawab atas kesehatan, pemberian makan, dan kesejahteraan jerapah di Taman Margasatwa Ragunan bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga membangun kedekatan dengan satwa yang dikenal sebagai hewan tertinggi di darat.
Hal ini dirasakan langsung oleh Arief Hardiman, keeper jerapah yang telah bertugas di Ragunan selama kurang lebih tiga tahun sejak 2023.
“Saya Arief, saya di sini sebagai keeper jerapah. Saya sudah di kandang jerapah kurang lebih tiga tahun dari tahun 2023,” kata Arief saat ditemui Tribunnews.com di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/3/2026).
Selama menjalani pekerjaannya, Arief mengaku banyak merasakan suka dalam berinteraksi dengan jerapah.
Baginya, kedekatan dengan satwa menjadi pengalaman yang menyenangkan.
“Sukanya senang saja sih, terutama bisa berinteraksi dengan jerapah. Salah satu hewan tertinggi di daratan, kita bisa menyatu, bisa memberi makan langsung,” ujarnya.
Namun, di balik itu ada pula tantangan yang harus dihadapi. Arief mengungkapkan bahwa risiko tetap ada, terutama saat jerapah memasuki masa birahi atau kawin.
“Kalau dukanya itu ya lebih hati-hati ketika dia sedang masa birahi atau masa kawin. Kita bisa ketendang, walaupun saya belum pernah kena tendang, tapi pernah kena gibasan kepala, lumayan sakit juga,” ujarnya.
Menurutnya, jerapah termasuk satwa yang cukup ramah dibandingkan dengan hewan mamalia karnivora seperti harimau.
Hal ini membuat interaksi langsung dengan pengunjung menjadi lebih memungkinkan, meski tetap dalam pengawasan ketat.
“Kalau sukanya banyak ya, apalagi satwa ini termasuk friendly, jadi bisa bersentuhan langsung dan memberi makan. Beda dengan mamalia karnivora seperti harimau, kita lebih waswas,” katanya.
Kendati demikian, pihak pengelola tetap melarang pengunjung memberi makan jerapah secara langsung.
Arief mengatakan, aturan tersebut dibuat demi keselamatan satwa dan pengunjung.
“Untuk pengunjung tidak boleh memberi makan. Kita juga selalu mengingatkan, karena makanannya sudah disediakan khusus dari Ragunan,” ucapnya.
Arief menjelaskan, petugas selalu melakukan pengawasan ekstra untuk mencegah adanya pengunjung yang mencoba memberi makan secara sembarangan.
Baca tanpa iklan