12 Orang Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning Bekasi, Alami Luka Bakar Serius, 30 Ambulans Siaga
12 orang alami luka bakar serius akibat ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, Kamis (2/4/2026) malam.
Penulis:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- 12 orang mengalami luka bakar akibat ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Kamis (2/4/2026) malam
- Para korban ialah karyawan SPBE dan warga sekitar.
- Mereka rata-rata mengalami luka bakar cukup serius antara 60-70 persen.
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Kamis (2/4/2026) malam memakan korban.
12 orang yang adalah karyawan SPBE dan warga sekitar jadi korbannya.
Kini, 12 korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Di tengah proses penanganan korban, warga mengungkap detik-detik mencekam sebelum ledakan terjadi.
Di momen menegangkan, warga sempat mencium bau gas menyengat dan cepat menyebar hingga ke permukiman.
Tak lama setelah itu, terdengar suara dentuman hebat dan kobaran api.
Luka Bakar Cukup Serius, 60-70 Persen
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menyebut jumlah korban luka dalam kebakaran ini mencapai 12 orang.
Seluruh korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan cukup serius.
“Memang untuk luka bakar ada sampai 60–70 persen. Sekarang masih mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit yang ada,” ujar Kusumo kepada awak media di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: Sebelum Kebakaran Hebat di SPBE Cimuning Bekasi, Ada Bau Gas Menyengat & Terdengar Tiga Kali Ledakan
Para korban terdiri dari warga sekitar serta karyawan SPBE yang berada di lokasi saat kejadian.
Namun, hingga kini proses pendataan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Saat ini masih proses pendataan. Masih dalam penyelidikan,” ujar dia.
Polisi bersama instansi terkait akan mendirikan posko untuk menangani dampak pascakebakaran, termasuk pendataan kerugian, keselamatan warga, hingga penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban terdampak.
Baca tanpa iklan