Sekda Bambang Tekankan Penguatan dan Inovasi Layanan BLUD Kesehatan di Tangsel
Bambang mendorong pelatihan internal dan penguatan tim agar layanan adaptif mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.
Penulis:
Erik S
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Tangsel menekankan penguatan kapasitas dan inovasi layanan BLUD kesehatan untuk peningkatan kualitas.
- Bambang mendorong pelatihan internal dan penguatan tim agar layanan adaptif mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.
- Optimalisasi pendapatan layanan, diskusi konstruktif, dan peran tenaga kesehatan muda diharapkan mendorong inovasi berkelanjutan.
TRIBUNNEWS.COM, CIPUTAT — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan pentingnya penguatan kapasitas dan inovasi layanan dalam pelaksanaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bidang kesehatan.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, menyebutkan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan BLUD Bidang Kesehatan Semester II Tahun 2025 yang diselenggarakan di Ruang Display Gedung Utama Lantai Dasar, Puspemkot Tangsel pada Senin (6/4/2026).
Dalam arahannya, Bambang menyampaikan bahwa hasil evaluasi yang telah dilakukan menunjukkan capaian yang cukup baik.
Baca juga: Tingkatkan Implementasi Pelayanan, Kemendagri Dorong Pemda Kembangkan Pengelolaan BLUD
Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas laporan keuangan, serta penguatan tim pendukung di masing-masing unit layanan.
“Saya ingin teman-teman semua jujur untuk membuka pemikiran kita, khususnya dalam memahami perkembangan layanan yang terus berubah,” ujarnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Bambang ingin mendorong agar dilakukan penguatan internal organisasi melalui pelaksanaan pelatihan secara mandiri (in-house training), guna meningkatkan kompetensi dan kemandirian perangkat daerah tanpa ketergantungan pada pihak eksternal.
“Karakter masyarakat Tangerang Selatan itu cepat dalam mengadopsi perkembangan, sehingga layanan kita juga harus bisa mengikuti,” tutur Bambang.
Ia juga menyoroti perlunya optimalisasi potensi pendapatan layanan kesehatan. Ketergantungan terhadap pembiayaan melalui BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan diharapkan dapat diimbangi dengan pengembangan layanan yang memiliki nilai tambah, sepanjang tetap mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku.
Bambang juga mengajak seluruh jajaran untuk membuka ruang diskusi yang konstruktif di lingkungan kerja, serta memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan, khususnya generasi muda, untuk berkontribusi dalam menghadirkan inovasi layanan.
“Jangan terlalu kaku, berikan ruang diskusi dan kesempatan bagi teman-teman, khususnya yang muda, untuk menyampaikan ide dan inovasi,” ujarnya.
Mengakhiri arahannya, ia menyampaikan apresiasi atas kinerja yang telah dicapai oleh seluruh perangkat daerah terkait, seraya menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.