Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keluarga Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Ungkap Kekecewaan, Perusahaan Sulit Dihubungi

Ibunda korban tewas dalam peristiwa kebakaran gedung PT Terra Drone Indonesia mengungkapkan kekecewaannya karena perusahaan sulit dihubungi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Keluarga Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Ungkap Kekecewaan, Perusahaan Sulit Dihubungi
Tribunnews.com/Rahmat Fajar Nugraha
KEBAKARAN GEDUNG - Sidang kasus kebakaran gedung PT Terra Drone Indonesia di Pengadilan Negara Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026). Keluarga korban jadi saksi di persidangan. 
Ringkasan Berita:
  • Ibu korban ungkap kekecewaan pihak Terra Drone sulit dihubungi terkait kejelasan pertangungjawaban perusahaan
  • Mulyati meminta kejelasan nasib dari cucu-cucunya
  • Keluarga korban tuntut kompensasi dari Terra Drone

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mulyati, ibu dari Muchamad Apryana korban tewas dalam peristiwa kebakaran gedung PT Terra Drone Indonesia, Jakarta Pusat mengungkapkan kekecewaannya karena perusahaan sulit dihubungi setelah kejadian.

Adapun hal tersebut disampaikan Mulyati saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara kebakaran gedung PT Terra Drone dengan terdakwa Direktur Utama (Dirut) PT Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Mulanya jaksa menanyakan apakah ada yang ingin disampaikan para saksi di persidangan.

Mulyati mengatakan bahwa PT Terra Drone sulit dihubungi terkait kejelasan pertangungjawaban perusahaan terhadap yang menimpa anaknya.

"Saya mohon kepada PT Terra, saya memang ibunya bukan istrinya," kata Mulyati di persidangan.

Baca juga: Sosok 3 Srikandi Dalam Sidang Terdakwa Dirut PT Terra Drone yang Mencuri Perhatian

"Saya kecewa dengan PT Terra menghubunginya sulit sekali bahkan saya datang ke Bandung, surat saya tidak ditanggapi intinya saya kecewa, tolong PT Terra mengerti kesedihan saya," ungkapnya.

Mulyati lalu meminta kejelasan nasib dari cucu-cucunya setelah Muchamad Apryana tiada.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kepada para hakim juga terkhususnya PT Tera, artinya direkturnya. Karena intinya anak saya ini punya cucu (anak) yang masih kecil, pertanggungjawabannya sangat (dibutuhkan). Itu yang saya harapkan karena kalau sudah meninggal bagaimana. Tapi kedepannya ini kan cucu saya dua orang kecil-kecil," ucap Mulyati.

Sementara itu, keluarga korban lainnya, Mimi Adriani, ibu dari korban Rayhansyach Pinago juga meminta hal serupa.

Baca juga: Polisi Sudah Limpahkan Berkas Perkara Tersangka Dirut Terra Drone ke Jaksa

"Terkait dengan perusahaan berikanlah kompensasi yang sesuai dengan kejadian ini, karena perusahaan bapak bukan perusahaan kecil cukup besar, siapa yang nggak tahu Terra Drone, saya juga tahu Terra Drone itu siapa pemiliknya itu siapa," tutupnya.

Kebakaran melanda gedung tempat kantor PT Terra Drone beroperasi di Jakarta Pusat pada Selasa (9/12/2025) siang.

Akibat peristiwa tersebut 22 korban meninggal dunia menghirup asap atau karbon monoksida (CO) akibat kebakaran.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas