Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ramai-ramai 'Turun Kelas' ke Pertalite setelah Harga Pertamax Naik Drastis

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax langsung berdampak pada masyarakat, termasuk pengemudi ojek online (ojol).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ramai-ramai 'Turun Kelas' ke Pertalite setelah Harga Pertamax Naik Drastis
Surya/Habibur Rohman
PERTALITE KOSONG - Warga mengantre mengisi bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax di SPBU Jemursari Surabaya Selatan, Rabu (10/6/2026) dampak kosongnya stok BBM berjenis Pertalite. Kenaikan harga Pertamax berdampak pada migrasi massal penggunanya ke Pertalite. 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan Pertamax 32 persen membuat banyak konsumen beralih ke Pertalite.
  • Driver ojol mengeluhkan biaya operasional meningkat dan komisi aplikasi.
  • Pengamat memperingatkan migrasi massal berisiko memicu kelangkaan Pertalite.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax langsung berdampak pada masyarakat, termasuk pengemudi ojek online (ojol).

Harga Pertamax melonjak tajam sebesar 32 persen, dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026).

Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Guruh, driver ojol asal Kota Solo, Jawa Tengah mengaku terpaksa turun kelas menggunakan BBM jenis Pertalite.

Sebelumnya, ia selalu menggunakan Pertamax. Namun kenaikan hampir Rp 4.000 per liter membuatnya terpaksa beralih ke Pertalite yang lebih murah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau kenaikannya Rp 2.000 gitu mungkin saya masih berani pakai Pertamax, tapi ini naiknya sangat drastis, jadi terpaksa pindah Pertalite. Padahal sejak motor ini baru saya selalu pakai Pertamax," ungkap Guruh kepada Tribunnews.com, Kamis (11/6/2026).

Padahal belum lama ini, para driver ojol juga baru merasakan dampak kenaikan biaya perawatan kendaraan seperti harga oli.

"Harga oli sekarang Rp 95.000, sebelumnya Rp 70.000, dan saya ganti oli seminggu sekali untuk perawatan," katanya.

Hal ini semakin menghimpit para driver ojol karena biaya pemotongan aplikasi maksimal 8 persen yang dijanjikan pemerintah, belum juga berlaku.

"Belum, belum berlaku sampai hari ini," ungkapnya.

Baca juga: 5 Dampak Harga Pertamax Naik: Kenaikan Barang dan Jasa hingga Potensi Ancaman PHK

Senada dengan Guruh, driver ojol asal Kota Bandung, Jawa Barat, Yusuf, mengaku memilih beralih ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran.

Yusuf yang sehari-hari menggunakan Yamaha NMax mengaku sebelumnya selalu mengisi Pertamax

"Biasanya pakai Pertamax. Sekarang beralih ke Pertalite. Soalnya lumayan naiknya, hampir Rp4.000," ungkap Yusuf di Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, dilansir TribunJabar.id.

Yusuf mengaku, sebelumnya ia cukup mengisi bensin sekitar Rp50 ribu per hari saat harga Pertamax masih berada di kisaran Rp13 ribuan per liter.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas