Dualisme Ormas LMP Berakhir, Kini Masuk Fase Konsolidasi
Dualisme Laskar Merah Putih berakhir usai rekonsiliasi. Ade Manurung kembali, kepemimpinan Arsyad Cannu makin kuat dan sah.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Konflik dualisme kepemimpinan Laskar Merah Putih akhirnya berakhir setelah Ade Erfil Manurung kembali bergabung ke kubu H.M Arsyad Cannu.
- Rekonsiliasi ini memperkuat legitimasi organisasi yang sebelumnya telah diputus pengadilan.
- Kini LMP fokus konsolidasi dan memperkuat program nasionalisme serta aksi sosial di masyarakat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Babak baru organisasi Laskar Merah Putih (LMP) resmi dimulai setelah konflik dualisme kepemimpinan yang berlangsung bertahun-tahun kini menemukan titik terang.
Rekonsiliasi terjadi menyusul kembalinya Ade Erfil Manurung ke dalam barisan kepemimpinan H.M Arsyad Cannu.
Pertemuan tertutup pada 17 April 2026 lalu menjadi momentum yang mengakhiri tarik-menarik internal organisasi.
Langkah Ade dinilai sebagai sinyal kuat berakhirnya perpecahan. Ia memilih kembali sebagai bagian dari organisasi dengan posisi Dewan Pendiri, tanpa terlibat dalam struktur operasional.
Keputusan tersebut sekaligus mempertegas legitimasi kepemimpinan Arsyad Cannu yang sebelumnya telah diperkuat melalui putusan hukum.
Baca juga: Serukan Jaga Marwah Simbol Negara, Laskar Merah Putih Kecam Pengibaran Bendera One Piece
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta dan Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah menetapkan status kepemimpinan yang sah, diperkuat lagi melalui pengesahan administratif Kementerian Hukum dan HAM.
Dengan berakhirnya dualisme, arah organisasi kini bergeser dari konflik menuju konsolidasi. Selama ini, perpecahan internal disebut berdampak hingga ke tingkat akar rumput dan menghambat efektivitas gerak organisasi.
Dewan Pendiri sekaligus Ketua Harian Markas Besar Laskar Merah Putih, H. Wahyu Wibisana, menegaskan bahwa rekonsiliasi ini bukan sekadar simbol penyatuan figur.
“Ini bukan hanya soal penyatuan figur, tetapi juga penyatuan visi untuk masa depan organisasi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Ia menilai, bersatunya kembali tokoh-tokoh kunci akan memperkuat soliditas kader sekaligus mempercepat pelaksanaan program di lapangan.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa persatuan tersebut mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Momentum rekonsiliasi ini pun dinilai sebagai peluang emas bagi Laskar Merah Putih untuk keluar dari bayang-bayang konflik dan menatap masa depan yang lebih solid dan terarah.
"Publik menaruh harapan agar organisasi yang sempat terbelah ini dapat bangkit lebih progresif dan memberi kontribusi konkret di tengah masyarakat," kata dia.
Sebagai informasi, Laskar Merah Putih (LMP) adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia yang berdiri pada 28 Oktober 2000, berfokus pada nasionalisme, patriotisme, dan bela negara.
Di bawah pimpinan Ketua Umum HM. Arsyad Cannu, organisasi ini aktif melakukan pelatihan bela negara dan aksi sosial.
Baca tanpa iklan