Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek: Situasi Mencekam, Proses Evakuasi Penumpang Sulit
Sejumlah penumpang di dalam gerbong nampak kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup bangku dan gerbong yang hancur.
Editor:
Erik S
Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Damkar nampak berupaya melakukan evakuasi tersebut.
Terlihat para penumpang nampak terjebak di gerbong kereta.
Masuk Lewat Jendela
Seorang anggota Kepolisian bahkan harus masuk melalui jendela KRL.
Dibantu petugas lainnya, anggota polisi itu mengeluarkan korban dari himpitan puing kereta.
Beberapa penumpang yang berhasil dievakuasi nampak digotong petugas menggunakan tandu untuk segera mendapatkan penanganan medis.
Para penumpang terlihat lemas dan tidak mampu berjalan, bahkan kesulitan bernafas.
Sejumlah ambulans juga terlihat berada di kawasan Stasiun Bekasi Timur untuk membawa penumpang yang perlu mendapatkan perawatan medis intensif.
Penjelasan KAI
Sementara itu PT Kereta Api Indonesia (Persero) membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut.
KAI menyampaikan telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api.
"Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar," jelasnya.
Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya.
Baca tanpa iklan