Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Nuryati Ingin Berkurban Sebelum Wafat dalam Kecelakaan Kereta Api di Bekasi

Halimah ungkap keinginan terakhir ibundanya, Nuryati (62) yang tewas dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, almarhuma ingin berkurban.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
zoom-in Nuryati Ingin Berkurban Sebelum Wafat dalam Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
Tribunnews.com/Gita Irawan
KECELAKAAN KERETA DI BEKASI TIMUR - Anak sulung korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur Nuryati, Halimah, saat dipeluk pelayat di rumah duka di lingkungan RT 04 RW 08 Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (28/4/2026). (Gita Irawan/Tribunnews.com) 

Ringkasan Berita:
  • Sosok Nuryati, korban tewas dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
  • Nuryati di lingkungan rumahnya di Kemayoran Jakpus aktif sebagai anggota PKK juga kerap menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
  • Sebelum berpulang Nuryati mengaku ingin berkurban.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para pelayat silih berganti mendatangi rumah almarhumah Nuryati binti Tarmidi (62) di sebuah gang sempit di lingkungan RT 04 RW 08 Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (28/4/2026).

Untuk mencapai rumah korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur itu, para pelayat harus melalui gang yang hanya muat dilalui sepeda motor.

Pantauan Reporter Tribunnews.com Gita Irawan, kebanyakan pelayat yang datang pada Selasa (28/4/2026) siang merupakan ibu-ibu.

Di lingkungan, Nuryati sendiri memang dikenal aktif dalam kegiatan sosial.

Selain menjadi anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat, Nuryati juga kerap menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang bertugas memeriksa dan memberantas jentik nyamuk di lingkungannya.

Baca juga: Basarnas: Seluruh Korban Tewas Kecelakaan Maut KA Bekasi Adalah Perempuan

Rekomendasi Untuk Anda

Nuryati juga dikenal rajin terlibat dalam kegiatan pengajian warga setiap Kamis malam dan juga pengajian Muslimat.

Anak sulung Nuryati, Halimah, mengungkapkan terakhir bertemu dengan almarhumah ibunya di hari nahas itu pada Senin (27/4/2026) sekira pukul 17.30 WIB.

Ia mengungkapkan saat itu dirinya dan ibunya masih berbincang tentang rencana kegiatan PKK.

"Enggak ada firasat. Karena sore ya saya masih bertemu dengan Mamah saya sampai jam 17.30 WIB," ujar Halimah.

"Karena kan kita sama-sama di PKK, mau ada acara di PKK, jadi masih ngobrolin itu. Makanya sempat kaget juga pas dibilang mamah kayaknya sudah enggak ada (meninggal)," ungkapnya di rumah duka.

Baca juga: Evakuasi Korban Tabrakan Maut KA Bekasi Berakhir: 14 Orang Tewas, 84 Korban Luka Dirawat di 8 RS

Kabar yang mengagetkannya itu datang dari adik yang mendampingi almarhumah untuk mengunjungi rumah adiknya yang sedang sakit di daerah Cikarang, Jawa Barat.

Adiknya yang menjadi korban selamat dalam tragedi itu menceritakan almarhumah sempat terjatuh saat proses evakuasi.

Saat itu, menurut cerita adiknya Halimah, Nuryati sempat mengalami perdarahan di bagian kening dan di atas bibir.

"Ketika dibawa ke rumah sakit, kata adik saya, sepertinya sudah meninggal. Tapi saya bilang, untuk memastikan, lebih baik cari rumah sakit terdekat, biar memastikan Mamah masih hidup, atau sudah enggak ada. Ternyata pas saya perjalanan ke rumah sakit, Mamah sudah enggak ada," ujar dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas