Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sopir Taksi yang Terlibat dalam Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Selamat, Kini Diamankan Polisi

Sopir taksi Green SM yang diduga menjadi pemicu kecelakaan selamat dan saat ini diamankan di Polres Metro Bekasi Kota

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Sopir Taksi yang Terlibat dalam Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Selamat, Kini Diamankan Polisi
Tribunnews/Jeprima
TAKSI GREEN SM - Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Taksi listrik Green SM Indonesia menjadi sorotan setelah musibah tabrakan Kereta Argo Bromo yang menghantam KRL commuterline di Stasiun Bekasi Timur. Sebab, sebelum kejadian tersebut, ternyata didahului peristiwa tabrakan lain tak jauh dari stasiun yang melibatkan operator taksi Green SM. Tribunnews/Jeprima 
Ringkasan Berita:
  • Sopir taksi Green SM yang diduga menjadi pemicu kecelakaan selamat dan saat ini diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dimintai keterangan.
  • Budi Hermanto menyebut korban meninggal mencapai 15 orang, dengan total 91 korban termasuk 76 orang luka-luka.
  • Prima Heru Yulihartono menyatakan identifikasi jenazah dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem, serta mengimbau keluarga segera melapor ke posko dengan membawa data pendukung.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sopir taksi Green SM yang diduga menjadi pemicu kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur selamat usai tertemper.

"Sopir taksi selamat," kata Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe saat dihubungi, Selasa (28/4/2026). 

Ia mengatakan saat ini sopir taksi yang belum disebutkan identitasnya tersebut sudah diamankan oleh Polres Metro Bekasi Kota.

Ia diamankan untuk nantinya dimintai keterangannya terkait kasus kecelakaan yang mengakibatkan belasan orang tewas.

"Saat ini sedang diamankan di Polres Bekasi Kota," singkatnya. 

Untuk informasi, kecelakaan terjadi antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di perlintasan Stasiun mencapai belasan orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan per Selasa (28/4/2026) siang ini jumlah korban meninggal dunia menjadi 15 orang.

Menurutnya rincian korban meninggal dunia di antaranya 10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD bekasi , 1 jenazah di RS Bela, dan  1 jenazah di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Kombes Budi menuturkan untuk korban luka-luka tercatat sebanyak 76 orang.

"Total korban luka dan meninggal dunia 91 orang," ungkapnya.

Sementara itu, RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri melakukan proses identifikasi korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Bekasi.

Sebanyak 10 kantong jenazah telah diterima sejak Selasa (28/04/2026) pukul 03.00 WIB.

Kepala RS Bhayangkara, Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh jenazah yang diterima berjenis kelamin perempuan.

Hingga saat ini, tujuh keluarga korban telah melapor ke Posko Antemortem untuk memberikan data terkait anggota keluarga yang hilang.

Menurut Prima, proses identifikasi dilakukan dengan metode pencocokan data antemortem dari pihak keluarga dengan data postmortem yang diperoleh dari jenazah. 

Proses ini melibatkan tim gabungan dari Pusident Polri, Polda Metro Jaya, Polres, hingga Mabes Polri.

Ia menjelaskan, setelah seluruh data terkumpul, tim akan melakukan rekonsiliasi guna memastikan kecocokan sebelum identitas korban diumumkan secara resmi.

Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Posko Antemortem. 

Keluarga diminta membawa data pendukung seperti foto korban (terutama yang memperlihatkan kondisi gigi), identitas diri, ijazah, maupun dokumen lain yang memuat data sidik jari.

Dalam prosesnya, tim menemukan sejumlah kendala, terutama pada beberapa jenazah yang belum dapat langsung teridentifikasi saat pemeriksaan awal. 

Hal tersebut disebabkan kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Meski demikian, secara umum kondisi jenazah dinilai masih memungkinkan untuk dilakukan proses identifikasi secara menyeluruh.

Pihak RS Bhayangkara memastikan hasil identifikasi akan segera diumumkan setelah seluruh tahapan pencocokan data selesai dilakukan.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas