Video Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Rentan Picu Trauma, Psikolog Ingatkan Dampaknya
Psikolog sebut maraknya video kecelakaan KRL Bekasi Timur picu trauma tak langsung bagi masyarakat.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Maraknya video kecelakaan KRL Bekasi Timur di media sosial berdampak pada masyarakat yang sekadar menonton. Psikolog Anna Surti Ariani menyebut fenomena ini sebagai vicarious trauma, trauma tak langsung akibat melihat peristiwa tragis.
- Ia mengingatkan pentingnya bijak berbagi konten dan menerapkan “diet media sosial” untuk menjaga kesehatan mental
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Maraknya video amatir atau konten tentang kecelakaan kereta rel listrik (KRL) Bekasi Timur di media sosial tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga pada masyarakat yang sekadar menonton.
Banyak orang mengaku ikut merasa sesak, cemas, bahkan takut, meski tidak berada di lokasi kejadian.
Fenomena ini ternyata bukan sekadar perasaan biasa, melainkan memiliki penjelasan psikologis yang penting untuk dipahami.
Psikolog klinis Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., atau yang akrab disapa Nina, menjelaskan bahwa konten visual kecelakaan memiliki kekuatan besar dalam memengaruhi kondisi mental seseorang.
“Betul sekali, konten visual kecelakaan (juga konten suara kecelakaan) dapat sangat memengaruhi kondisi kesehatan mental kita. Walaupun kita lokasinya jauh, bahkan pada orang-orang yang tidak menggunakan transportasi umum yang sama,” jelas Nina pada Tribunnews, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, respons emosional manusia bekerja sangat cepat saat melihat kejadian tragis.
Otak secara otomatis memaknai peristiwa tersebut sebagai ancaman nyata bagi diri sendiri.
“Hal ini karena emosi kita berperan sangat kuat, memaknai kecelakaan tersebut sebagai tanda bahaya bagi diri kita, dan membuat kemampuan berpikir rasional kita sulit berfungsi,” lanjutnya.
Kondisi ini dikenal sebagai vicarious trauma, yaitu trauma yang muncul bukan karena mengalami langsung, tetapi karena melihat atau mendengar peristiwa traumatis.
Baca juga: Nur Ainia Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sang Ayah Pertanyakan Ini ke Dirut KAI
Trauma Tanpa Mengalami Langsung
Istilah vicarious trauma mungkin belum familiar di telinga masyarakat. Namun dampaknya bisa sangat nyata.
“Ini yang disebut vicarious trauma, yaitu trauma karena melihat atau mendengar peristiwa traumatik, bukan karena mengalami langsung,” terang Nina.
Yang mengejutkan, dampaknya bisa setara dengan trauma langsung.
“Dampak vicarious trauma terhadap diri kita bisa sama dengan yang mengalami langsung,” tegasnya.
Baca tanpa iklan