Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Puslabfor Polri Dilibatkan dalam Mengungkap Fakta Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi

Polisi meningkatkan status perkara kecelakaan di perlintasan kereta wilayah Bekasi ke tahap penyidikan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Erik S
zoom-in Puslabfor Polri Dilibatkan dalam Mengungkap Fakta Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi
Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior
IRONI KESELAMATAN — Perlintasan liar kereta api di kawasan Bekasi Timur terpantau masih beroperasi menggunakan palang bambu manual pada Rabu (29/4/2026), meskipun baru saja menjadi lokasi tragedi maut yang merenggut belasan nyawa. Jalur berisiko tinggi tersebut tetap dijaga warga secara swadaya demi membantu mobilitas pengendara di tengah ketiadaan palang pintu otomatis resmi pasca-kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek. 

Puslabfor Polri Dilibatkan dalam Mengungkap Fakta Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi

Ringkasan Berita:
  • Polisi meningkatkan status kecelakaan perlintasan kereta Bekasi ke penyidikan, melibatkan Puslabfor untuk analisis penyebab utama.
  • Peristiwa melibatkan taksi listrik, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek, menewaskan enam belas orang korban.
  • Penyidik memeriksa tujuh saksi dan mendalami faktor teknis, termasuk pengaruh medan listrik serta magnet.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi meningkatkan status perkara kecelakaan di perlintasan kereta wilayah Bekasi ke tahap penyidikan.

Dua rangkaian peristiwa yang saling berkaitan ini masih diusut berawal dari taksi listrik dengan KRL dan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Penanganan perkara dilakukan oleh Subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Puslabfor Mabes Polri turut dilibatkan guna mengungkap sebab akibat terjadinya tragedi yang membuat 16 nyawa melayang.

"Pusat Laboratorium Forensik yang akan melihat penyebab apakah ini karena sistem kelistrikan, apakah sinyal dari komunikasi yang terputus," ucap Kombes Budi kepada wartawan Kamis (30/4/2026).

Selain itu, pendalaman juga meliputi kondisi kendaraan taksi listrik di peristiwa awal hingga tertemper dengan KRL. 

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, Puslabfor Mabes Polri sedang mengkaji berkaitan dengan ruang perlintasan sebidang rel kereta api bermuatan listrik. 

"Ada memang beberapa faktor yang terkait tentang kendaraan-kendaraan listrik ataupun kendaraan non-listrik. Ini
akan sangat berbahaya apabila digunakan melewati rel kereta yang memang ada medan magnet dan medan listrik ini akan dikaji dari Puslabfor," terang Kabid.

"Apakah ada pengaruh dari medan listrik dan medan magnet tadi mengakibatkan kematian terkait tentang mesin karena ini (mobil) langsung berubah posisi menjadi posisi gear parkir, masih kami dalami," imbuhnya.

Penyidik sejauh ini sudah sebanyak tujuh saksi yang diperiksa perihal kejadian tersebut.

Baca juga: Saya pikir saya meninggal – KNKT selidiki dugaan gangguan sinyal di balik tabrakan kereta di Bekasi

"Tujuh orang termasuk masinis," ujar Kombes Budi. 

Sedangkan status dari sopir taksi inisial RRP sampai saat ini masih sebatas saksi.

Setelah menggali keterangan saksi lain, alat barang bukti serta CCTV nantinya akan dilakukan gelar perkara.

"Maka setelah gelar perkara akan ada keputusan apakah yang bersangkutan bisa beralih status dari saksi maupun tersangka," tuntasnya.

Diketahui atas insiden kecelakaan kereta di perlintasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam, sebanyak 16 orang meninggal dunia.

Selain penyidikan kepolisian dari aspek hukum, investigasi juga dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna pencegahan kecelakaan serupa.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas