Pimpin Ibadah di GPIB Immanuel, Pendeta Abraham Ingatkan Kenaikan Yesus Bukan Sekadar Seremoni
Pendeta Abraham menyampaikan inti dari khotbah yang dia sampaikan berkaitan dengan pentingnya memberi dampak bagi sesama.
Penulis:
Ibriza Fasti Ifhami
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- GPIB Immanuel Jakarta menggelar sesi ibadah, pada momen Hari Kenaikan Yesus ke Surga, Kamis (14/5/2026).
- Pendeta Abraham menyampaikan inti dari khotbah yang dia sampaikan berkaitan dengan pentingnya memberi dampak bagi sesama.
- GPIB Immanuel Jakarta menggelar empat sesi ibadah, pada momen Hari Kenaikan Yesus ke Surga.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta menggelar sesi ibadah, pada momen Hari Kenaikan Yesus ke Surga, Kamis (14/5/2026).
Pantauan Tribunnews.com di ruang ibadah utama GPIB Immanuel Jakarta sekira pukul 10.00 WIB, Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta Pendeta Abraham Ruben Persang berdiri di atas mimbar untuk memimpin jalannya prosesi ibadah.
Baca juga: GPIB Immanuel Jakarta Gelar 4 Sesi Ibadah di Hari Kenaikan Yesus ke Surga
Sementara itu, puluhan lebih umat Kristen Protestan duduk pada setiap kursi yang disediakan pengelola gereja.
Para jemaat yang hadir beragam usianya, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia.
Sebagian jamaat datang bersama keluarga mereka ke GPIB Immanuel Jakarta.
Saat ditemui usai prosesi ibadah, Pendeta Abraham menyampaikan inti dari khotbah yang dia sampaikan berkaitan dengan pentingnya memberi dampak bagi sesama.
"Ya, intinya peristiwa iman Tuhan yang naik ke surga itu sebenarnya mau menegaskan, bukan berhenti kepada melihat dan mengalami peristiwa yang bisa dibilang adikodrati itu. Justru peristiwa itu mengingatkan kita yang masih hidup ini, diberi pesan untuk bisa berdampak buat sesama. Jadi tidak berhenti bahkan yang perlu kita hindari Khususnya kita tidak berhenti misalnya hari-hari ini dengan ritual, seremoni saja. Tapi juga harusnya merayakan itu juga dirasakan dampaknya buat sesama. Itu poinnya," jelas Abraham, kepada wartawan, Kamis.
Ia kemudian mengatakan, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan GPIB Immanuel dalam merayakan Hari Kenaikan Yesus ke Surga, sebagaimana persiapan yang kerap dilakukan untuk Hari Raya Natal ataupun Paskah.
Terkait hal itu, Abraham menekankan, hal itu menjadi implementasi, bahwa peristiwa kenaikan Yesus ke Surga bukan sekadar seremonial belaka, melainkan perlu dihayati oleh para jemaat.
"Artinya pesan khusus buat jemaat ya tidak berhenti untuk terus menghayati iman itu. Karena kalau kita sudah menghayati dengan tepat, maka tentunya aplikasinya juga tepat, gitu. Tapi kalau menghayatinya kurang tepat atau dangkal, ya kita akan berhenti kepada ritual dan seremonial saja," pungkas Abraham.
Untuk diketahui, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta menggelar empat sesi ibadah, pada momen Hari Kenaikan Yesus ke Surga, Kamis (14/5/2026).
Baca juga: Ibadah Hari Kenaikan Yesus di GPIB Immanuel Jakarta, Laura Harap Bisa Jadi Berkat bagi Banyak Orang
Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta Pendeta Abraham Ruben Persang mengatakan, empat sesi itu terbagi menjadi, ibadah pukul 06.00 pagi, pukul 09.00, pukul 16.00, dan pukul 18.00.
Abraham menambahkah, khusus untuk ibadah sesi ketiga dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris.
Dalam momen Hari Kenaikan Yesus ke Surga 2026, GPIB Immanuel Jakarta mengangkat tema "Pergi dan Beritakanlah".
"Ya, kalau untuk 4 kali ibadah itu memang yang biasanya banyak (jemaat) itu di pukul 09.00, dengan pukul 18.00 sore. Nah itu rata-rata sekitar 400 sampai 500 yang hadir. Nah, yang banyak kedua yang pukul 16.00 sore," kata Pendeta Abraham, kepada wartawan di GPIB Immanuel Jakarta, Kamis.