Munas VI KBPP Polri, Kabaharkam Tekankan Soliditas dan Peran Nyata untuk Masyarakat
Komjen Pol Karyoto berharap KBPP Polri terus menjadi organisasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis:
Glery Lazuardi
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- KBPP Polri menggelar Munas VI di Jakarta, menegaskan soliditas organisasi dan peran sebagai mitra strategis Polri menjaga stabilitas nasional.
- Kabaharkam Polri Komjen Karyoto berharap KBPP memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
- Ketua Umum KBPP Polri Evita menekankan persatuan dan transformasi menghadapi tantangan era digital.
TRIBUNNEWS.COM - Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI di Jakarta Selatan pada Jumat (15/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan soliditas organisasi sekaligus mempertegas peran KBPP Polri sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional.
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto berharap KBPP Polri terus menjadi organisasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita berharap KBPP Polri bisa menjadi organisasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Jadilah agen yang ikut mengambil bagian dalam pembangunan,” kata Karyoto kepada wartawan di lokasi Munas.
Menurutnya, KBPP Polri dapat mengambil peran sebagai akselerator program pemerintah, mulai dari penyuluhan bahaya narkoba, penggerak ekonomi kerakyatan, hingga edukasi ketahanan pangan sederhana di lingkungan masyarakat.
Ia menilai langkah kecil seperti menanam cabai, tomat, dan tanaman pangan lain di sekitar rumah dapat membantu masyarakat mengurangi beban pengeluaran ketika harga bahan pokok mengalami kenaikan.
“Yang jelas, KBPP Polri harus punya nilai manfaat sebagai organisasi kemasyarakatan karena memang sifatnya sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Karyoto juga menekankan pentingnya soliditas dalam setiap organisasi. Menurut dia, organisasi yang kuat harus memiliki visi, misi, dan etika yang sama agar tidak menimbulkan kegaduhan internal.
“Solid itu ya satu visi dan misi, kemudian ada etika, saling menghargai, sehingga tidak ada kegaduhan di dalam organisasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KBPP Polri, Evita Nursanty menegaskan bahwa kekuatan organisasi hanya dapat dibangun melalui persatuan, loyalitas, dan kebersamaan seluruh anggota.
Baca juga: Audiensi dengan Kapolri, KBPP Polri Laporkan Kesiapan Munas VI Tahun 2026
Dalam sambutannya di hadapan peserta Munas dari 34 provinsi, Evita mengatakan tema “Solid untuk Polri dan Negeri” dipilih sebagai bentuk komitmen KBPP Polri dalam mendukung stabilitas dan keamanan nasional bersama Polri.
“Organisasi yang terpecah belah adalah organisasi yang lemah. Organisasi seperti itu tidak akan mampu melangkah jauh dan mencapai tujuan mulianya,” ujar Evita.
Ia menjelaskan, soliditas bukan sekadar menunjukkan kekompakan secara lahiriah, tetapi juga mencerminkan kuatnya persatuan, loyalitas, semangat persaudaraan, serta kesamaan visi dan arah perjuangan di seluruh tingkatan organisasi.
Menurut Evita, di tengah perkembangan teknologi digital dan munculnya ancaman seperti disinformasi, intoleransi, hingga radikalisme, KBPP Polri harus terus bertransformasi dan hadir mengambil peran nyata di tengah masyarakat.
“KBPP Polri tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial. KBPP Polri harus menjadi organisasi yang hadir di tengah masyarakat, menjadi perekat kebangsaan, menjadi mitra strategis Polri, serta menjadi bagian dari solusi bangsa,” tuturnya.