Menteng Jadi Target: Rentetan WNA Dijambret Saat Main HP di Pinggir Jalan
Sejumlah WNA dijambret beruntun di Menteng dan Bundaran HI. Polisi buru pelaku setelah video aksi viral.
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- WNA Italia tersungkur di Bundaran HI usai ponselnya dirampas pengendara motor
- Turis Polandia dan Jerman juga jadi korban jambret beruntun di Jakarta Pusat
- Polisi akui kawasan Menteng belakangan rawan penjambretan dengan korban WNI hingga WNA
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aksi penjambretan yang menyasar warga negara asing (WNA) berulang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dalam sebulan terakhir. Sejumlah turis dari berbagai negara kehilangan ponsel saat berada di pinggir jalan, mulai dari kawasan Kebon Sirih, Bundaran HI, hingga sekitar Pos Bloc.
Sebagian aksi terekam kamera dashboard kendaraan dan viral di media sosial.
Polisi menyebut pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang sedang memainkan telepon genggam di tepi jalan.
“Benar ada beberapa kejadian pencurian HP modus jambret khususnya di wilayah Menteng yang dialami WNI dan WNA,” kata Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, Jumat (15/5/2026).
WNA Italia Dijambret di Bundaran HI
Kasus terbaru menimpa warga negara Italia berinisial CL di kawasan Bundaran HI, Menteng, Kamis (14/5/2026) sore.
Dalam rekaman dashcam yang beredar, korban terlihat berdiri di pinggir jalan sambil memainkan ponselnya saat menunggu kendaraan online.
Tak lama kemudian, seorang pengendara motor merah mendekat dan langsung merampas telepon genggam dari tangan korban sebelum kabur.
Korban sempat mengejar pelaku, namun terjatuh hingga tersungkur di aspal.
“Korban merupakan WNA asal Italia. Barang yang diambil satu unit HP Motorola Neo 60,” ujar Braiel.
Polisi hingga kini masih memburu pelaku.
“Unit Reskrim Polsek dibantu Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat masih berupaya mengidentifikasi pelaku. Korban sudah kami minta keterangan,” katanya.
Baca juga: Terduga Pencuri Mangga di Bontang Jatuh Tewas: Keluarga Polisikan Pemilik, 6 Warga Tersangka
WNA Polandia Kehilangan Ponsel di Kebon Sirih
Sebelumnya, warga negara Polandia bernama Andrezej Skorski juga menjadi korban penjambretan di kawasan Kebon Sirih, Menteng, pada 8 Mei 2026.
Ponsel milik korban sempat hilang sebelum ditemukan polisi kurang dari 24 jam setelah laporan dibuat.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @polsekmetromenteng, Andrezej menyampaikan apresiasinya kepada polisi.
“HP saya dicuri dan saya menghubungi Polsek Metro Menteng. Setelah 24 jam, saya mendapat informasi bahwa ponsel saya telah ditemukan,” ujarnya.
Polisi menyebut pelaku dalam kasus tersebut telah diamankan, meski identitasnya belum dipublikasikan.
WN Jerman Dijambret Dekat Pos Bloc
Kasus serupa juga menimpa seorang warga negara Jerman di dekat Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2026).
Korban dijambret saat hendak menyeberang jalan di depan Sekolah Santa Ursula sekitar pukul 15.40 WIB.
Dua pelaku yang berboncengan motor mendekati korban di dekat pelican crossing, lalu merampas ponsel sebelum melarikan diri.
“Kejadiannya hari Minggu, pukul 15.40 WIB. Lokasi kejadian di depan Sekolah Santa Ursula,” kata Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan.
Tiga hari setelah kejadian, polisi menangkap dua pelaku berinisial Y dan F di kawasan Rawa Badak, Jakarta Utara. Polisi juga menangkap seorang penadah berinisial AHS.
“Selain dua pelaku utama, polisi juga berhasil mengamankan satu orang penadah,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung.
Ketiganya dijerat Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Baca juga: Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal Tumpas Aksi Kejahatan Jalanan 24 Jam
Polisi Petakan Titik Rawan
Polisi mengakui kawasan Menteng belakangan menjadi salah satu titik rawan penjambretan dengan modus serupa.
Menurut Braiel, pelaku bergerak secara acak dan memanfaatkan korban yang terlihat lengah di pinggir jalan.
“Pelaku modusnya random terhadap korban yang terlihat lengah di pinggir jalan. Untuk keterkaitan antara pelaku, sampai saat ini belum kita temukan modus komplotan pelaku jambret,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, polisi meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan dan berkoordinasi dengan petugas keamanan kawasan perkantoran, hotel, serta halte Transjakarta di Jakarta Pusat. (TribunJakarta.com/Kompas.com)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.