Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Satu Pekan Pasca Kebakaran Hebat, Warga Kemayoran Terima Bantuan Kemanusiaan

Satu pekan pasca kebakaran Kemayoran, Polri salurkan 500 paket bantuan sosial bagi 679 warga terdampak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Satu Pekan Pasca Kebakaran Hebat, Warga Kemayoran Terima Bantuan Kemanusiaan
HO/IST
KEBAKARAN KEMAYORAN - Polri menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak kebakaran di kawasan Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026). Bantuan diserahkan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (HO) 

“Bedah rumah se-Indonesia kurang lebih 80 rumah. Ini akan dilakukan di tingkat Mabes, Polda, dan Polres,” jelasnya.

Agus berharap berbagai kegiatan sosial yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Semoga Polri semakin dicintai masyarakat, semakin dekat dengan masyarakat, dan semakin profesional,” ujarnya.

Warga terdampak kebakaran mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan, terutama kebutuhan sembako dan layanan dasar pascakebakaran.

Kisah Pilu Medi, Korban Kebakaran Kemayoran

Peristiwa tersebut menyisakan kisah pilu dari salah satu warga terdampak bernama Medi (48), yang kehilangan rumah sekaligus tempat usahanya.

Medi menceritakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 WIB saat dirinya sedang bekerja menarik bajaj untuk mencari nafkah. Kepanikan mulai muncul ketika ponselnya terus bergetar menerima panggilan darurat dari rekan sesama pengemudi.

Rekannya memberitahu bahwa rumah Medi tengah dilalap si jago merah. Mendengar kabar itu, ia langsung bergegas pulang menggunakan bajaj yang dikendarainya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya khawatir, langsung pulang karena istri juga lagi hamil 3 bulan,” ujar Medi saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin (1/6/2026) malam.

Namun, setibanya di sekitar lokasi kejadian, Medi tidak bisa melanjutkan perjalanan karena akses jalan sudah dipenuhi warga dan kepanikan di lokasi kebakaran.

Ia akhirnya memutuskan meninggalkan bajajnya di pinggir jalan dan berlari menuju lokasi.

“Nah pas pengen masuk tuh nggak bisa, udah ramai. Jadi bajaj saya tinggal di sana,” katanya.

Fokus utamanya saat itu adalah keselamatan istri yang tengah mengandung tiga bulan. Sebagai kepala keluarga dengan tiga anak, ia mengaku sangat khawatir dengan kondisi keluarganya di tengah kobaran api.

Rumah dua lantai milik keluarga Medi yang juga menjadi tempat usaha konveksi pakaian wanita hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

Ia menyebut hanya sebagian kecil barang dan dokumen penting yang sempat diselamatkan dari dalam rumah.

“Di rumah kan juga dagang pakaian wanita. Cuma bisa diselamatin beberapa aja, sama surat-surat berharga,” ucapnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas