Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Harga Pertamax Melambung, Pekerja Kantoran Kini Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

Selain mengeluhkan kenaikan harga, Yosy juga menyoroti waktu pengumuman kebijakan yang dinilai terlalu mendadak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Harga Pertamax Melambung, Pekerja Kantoran Kini Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
Suasana SPBU Pertamina di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Kamis (11/06/2026) atau hari kedua setelah pemerintah mengumumkan harga kenaikan BBM. 

"Kalau bisa, BBM naik, warga dikasih tahu di awal, jangan berubah dalam semalam," pungkasnya.
Sebagai informasi, harga BBM non-subsidi jenis Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau bertambah Rp3.950 per liter mulai 10 Juni 2026.

Kenaikan juga terjadi pada Pertamax Green yang naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter atau bertambah Rp4.100 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak berubah. 

Begitu pula BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar yang tetap dijual dengan harga sebelumnya.

Baca juga: Harga Pertamax Disebut Bisa Tembus Rp20.000, DPR: Pemerintah Masih Tahan Harga BBM

Mahasiswa akan Demo Imbas Kenaikan BBM

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh fakultas di Universitas Indonesia (UI) akan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/06/2026).

Aksi ini didorong rasa prihatin terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Para mahasiswa menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok, sempitnya lapangan kerja, hingga kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami juga mengundang kepada seluruh elemen masyarakat: mahasiswa, buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, serta komunitas pecinta pelari serta siapapun yang merasakan bahwa negara ini sedang berjalan ke arah yang salah," kata Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan dalam keterangannya, Kamis (11/06/2026).

Adapun dalam aksi tersebut, akan disampaikan lima tuntutan utama, yakni:

1. Menghentikan pemborosan APBN
2 Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
4. Menghentikan militerisme di ranah sipil
5. Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas