Jakarta International Marathon 2026 Berlangsung 2 Hari, Ini Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus
Untuk mendukung kelancaran acara Jakarta International Marathon 2026, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas, pengalihan arus.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- BTN Jakarta International Marathon 2026 berlangsung pada 13–14 Juni dengan mempertandingkan kategori 5K, 10K, Half Marathon 21K, dan Marathon 42K.
- Ajang ini diikuti 1.012 pelari internasional dari berbagai negara serta ribuan peserta dari berbagai provinsi.
- Untuk mendukung kelancaran acara, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas, pengalihan arus, penyesuaian layanan transportasi umum, dan 19 kantong parkir di sekitar Monas dan GBK.
TRIBUNNEWS.COM - Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi olahraga internasional di Asia melalui penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 13–14 Juni 2026.
Ajang lari berskala internasional ini menjadi salah satu event olahraga terbesar yang digelar di ibu kota dengan menghadirkan ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Mengusung rute ikonik yang melintasi sejumlah landmark penting Jakarta, para peserta akan berlari dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Gelora Bung Karno (GBK), sekaligus menikmati wajah modern Jakarta yang kini semakin dikenal sebagai kota penyelenggara berbagai event olahraga dunia.
Pada hari pertama, Sabtu (13/6/2026), BTN JAKIM 2026 mempertandingkan kategori 5K dan 10K yang diikuti ribuan pelari dari berbagai kalangan, mulai dari pelari pemula, komunitas lari, hingga atlet profesional, dikutip dari jakarta.go.id.
Sementara itu, pada Minggu (14/6/2026), suasana kompetisi akan semakin semarak dengan digelarnya kategori Half Marathon 21K dan Marathon 42K, yang menjadi nomor paling bergengsi dalam ajang ini.
Seluruh rangkaian lomba dijadwalkan berlangsung sejak dini hari guna memberikan kenyamanan bagi peserta sekaligus meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
Antusiasme terhadap BTN Jakarta International Marathon 2026 tercermin dari jumlah peserta yang mencapai 45.500 pelari.
Jumlah tersebut terdiri atas 5.500 peserta kategori 5K, 15.000 peserta kategori 10K, 16.400 peserta Half Marathon, dan 8.600 peserta Marathon.
Tidak hanya menjadi magnet bagi masyarakat Indonesia, ajang ini juga berhasil menarik perhatian pelari dari berbagai negara.
Tercatat 1.012 pelari internasional ikut ambil bagian, dengan peserta terbanyak berasal dari Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan.
Kehadiran pelari asing dalam jumlah besar tersebut menunjukkan bahwa Jakarta semakin diperhitungkan sebagai tuan rumah ajang marathon bertaraf internasional dan mampu bersaing dengan kota-kota penyelenggara marathon ternama di kawasan Asia.
Baca juga: Jakarta Marathon 2026 Digelar 13–14 Juni, TransJakarta Ubah Rute, MRT Beroperasi Lebih Pagi
Di sisi lain, partisipasi pelari domestik juga sangat tinggi.
Tiga provinsi dengan jumlah peserta terbesar berasal dari DKI Jakarta sebanyak 14.750 peserta, Jawa Barat 12.030 peserta, dan Banten 5.340 peserta, dikutip dari laman resmi BTN.
Besarnya keterlibatan peserta dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa budaya hidup sehat dan olahraga lari semakin berkembang di Indonesia.
Selain menjadi ajang kompetisi, BTN JAKIM 2026 juga menjadi wadah berkumpulnya komunitas lari nasional serta sarana promosi pariwisata dan ekonomi daerah melalui konsep sport tourism yang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.