Bawa Bom Molotov Saat Demo Mahasiswa, Pria Ini Terancam Maksimal 15 tahun Penjara
Polisi menemukan barang bukti berupa tiga bom molotov yang disimpan ANH di dalam tas ranselnya.
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Polisi menetapkan ANH sebagai tersangka setelah ditemukan tiga bom molotov dalam tas ranselnya.
- ANH diamankan di depan Gedung DPR saat hendak mengikuti aksi mahasiswa Jakarta.
- Penyidik masih mendalami motif, asal bom molotov, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Polisi menetapkan seorang pria berinisial ANH (24) sebagai tersangka kasus membawa bom molotov saat demo mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).
Polisi menemukan barang bukti berupa tiga bom molotov yang disimpan ANH di dalam tas ranselnya.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif pasca-penangkapan, penyidik telah menaikkan status hukum ANH menjadi tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (13/6/2026).
Budi menjelaskan, ANH diamankan di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan pintu gerbang utama Gedung DPR RI, Kelurahan Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Gerak-gerik pemuda tersebut tampak tak biasa hingga memicu kecurigaan petugas.
Sebelum menetapkan ANH sebagai tersangka, polisi memeriksa pria berinisial R yang merupakan teman dari tersangka.
"Yang bersangkutan diketahui merupakan teman perjalanan tersangka menuju lokasi unjuk rasa, saat ini berstatus sebagai saksi terhadap peristiwa tersebut," ujar Budi.
Kepada polisi, tersangka mengaku datang ke gedung parlemen Senayan setelah melihat flyer ajakan unjuk rasa di sejumlah platform media sosial.
"Saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman secara intensif untuk membongkar motif tersembunyi tersangka, menelusuri asal-usul pembuatan botol dengan sumbu pembakar tersebut, serta mendeteksi kemungkinan adanya jaringan atau instruksi dari pihak lain," ungkap Kabid Humas.
Baca juga: 2 Orang Diamankan Polisi di Tengah Aksi Menuju Bundaran HI, Bom Molotov Jadi Bukti
Sementara itu, ANH dijerat Pasal 306 KUHP tentang penyalahgunaan senjata atau bahan berbahaya dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Jangan Biarkan Rakyat Terbebani Sendirian
Massa aksi dari elemen mahasiswa dan masyarakat sipil melakukan aksi demonstrasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).
Pantauan Tribunnews.com di lokasi sejak pukul 13.00 WIB, ratusan lebih peserta aksi dari elemen mahasiswa melakukan longmarch dari kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, dan hendak menuju ke Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Longmarch mahasiswa sempat dihalau aparat yang bertugas. Namun, massa aksi berhasil melangkahkan kaki, meski titik utama aksi pada akhirnya berlangsung di Jalan MH Thamrin atau tepatnya di depan gedung Thamrin Nine.
Kepadatan lalu lintas terjadi imbas adanya aksi demonstrasi tersebut. Pada akhirnya, aksi yang berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB tersebut berjalan dengan kondusif.
Pihak kepolisian membubarkan massa aksi perlahan-lahan hingga lalu lintas ruas Jalan MH Thamrin kembali normal.
Baca juga: Langkah Kapolri Bekali Seragam Taktis Polri Anti Bom Molotov Dinilai Tepat, Lindungi Potensi Ancaman
Aksi demonstrasi digelar sebagai respons kenaikan harga kebutuhan pokok, sempitnya lapangan kerja, hingga kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret, cepat, dan terukur dalam memulihkan kondisi ekonomi nasional yang saat ini menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global.
Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Prima Surbakti, menegaskan situasi ekonomi Indonesia harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Meskipun ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 masih tumbuh 5,61 persen secara tahunan, tekanan global, pelemahan nilai tukar, kenaikan harga pangan, serta ketidakpastian pasar dunia tetap berpotensi berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
“GMKI meminta pemerintah tidak hanya menjaga angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan rakyat benar-benar merasakan pemulihan ekonomi. Stabilitas harga kebutuhan pokok, ketersediaan lapangan kerja, perlindungan UMKM, dan penguatan daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kata Prima Surbakti, kepada wartawan, Jumat.
Prima menilai pemerintah perlu memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, khususnya dalam menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, memperkuat nilai tukar rupiah, serta memastikan kebijakan fiskal dan moneter berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
Selain itu, Prima juga menyampaikan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan nasional. Menurutnya, krisis global tidak boleh menjadi pintu masuk bagi perpecahan, konflik sosial, maupun politisasi keadaan yang dapat merugikan kepentingan bangsa.
“Di tengah tekanan global, kita membutuhkan persatuan nasional. GMKI menyerukan kepada seluruh masyarakat, mahasiswa, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elite politik untuk menjaga suasana kebangsaan tetap damai, tertib, dan kondusif," ujarnya.
Ia juga mengingatkan, Indonesia tidak hidup dalam ruang kosong. Perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga energi dapat berdampak terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.
Prima mengungkapkan sejumlah tuntutan dari pihaknya, yakni:
1. Segera memperkuat pemulihan ekonomi nasional melalui kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat kecil.
2. Menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan distribusi pangan berjalan merata di seluruh daerah.
3. Memperluas lapangan kerja dan perlindungan bagi UMKM, khususnya bagi kelompok muda, buruh, petani, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
4. Menjaga stabilitas nilai tukar dan iklim investasi tanpa mengorbankan kepentingan rakyat.
5. Memperkuat persatuan nasional dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan bangsa di tengah krisis global.
“Pemerintah harus hadir secara nyata. Jangan biarkan masyarakat menanggung sendiri beban krisis global. Negara harus memastikan ekonomi pulih, rakyat terlindungi, dan bangsa tetap utuh," kata Prima.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Pria Bawa Molotov Saat Demo Mahasiswa di Jakarta Jadi Tersangka, Polisi Dalami Motifnya
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.