Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
Live
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

BEM FPsi UNJ Klarifikasi Keterlibatan di BEM Bersatu, Tegaskan Sosok yang Hadir Alumni

BEM FPsi UNJ klarifikasi, tegaskan tak pernah tergabung BEM Bersatu dan kecam pencatutan nama organisasi tanpa izin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in BEM FPsi UNJ Klarifikasi Keterlibatan di BEM Bersatu, Tegaskan Sosok yang Hadir Alumni
Surya/Purwanto
ILUSTRASI DEMO MAHASISWA - BEM Fakultas Psikologi UNJ menegaskan tidak pernah tergabung dalam BEM Bersatu setelah nama organisasinya dicatut. Klarifikasi diunggah lewat Instagram resmi, menyebut alumni Ahmad Ghazy hadir atas nama pribadi. BEM FPsi UNJ mengecam pelanggaran etik dan meminta permintaan maaf. Sebelumnya, BEM STIAMI juga membantah keterlibatan. 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • BEM Fakultas Psikologi UNJ menegaskan tidak pernah tergabung dalam BEM Bersatu setelah nama organisasinya dicatut. 
  • Klarifikasi diunggah lewat Instagram resmi, menyebut alumni Ahmad Ghazy hadir atas nama pribadi. 
  • BEM FPsi UNJ mengecam pelanggaran etik dan meminta permintaan maaf. 
  • Sebelumnya, BEM STIAMI juga membantah keterlibatan

TRIBUNNEWS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (BEM FPsi UNJ) menyampaikan klarifikasi terkait pencatutan nama organisasinya dalam kegiatan yang dilakukan pihak yang mengatasnamakan BEM Bersatu.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @bemfpsiunj, BEM FPsi UNJ menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak mana pun untuk menggunakan atau mewakili nama organisasi dalam aktivitas maupun gerakan tertentu.

Baca juga: Situasi Terkini Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat Hari Ini, Massa Padati Lokasi Demo

"Sehubungan dengan beredarnya informasi mengenai pencatutan nama 'BEM FPsi UNJ' dalam aktivitas yang berhubungan dalam suatu aktivitas/gerakan tertentu, kami menyampaikan beberapa hal sebagai bentuk klarifikasi kepada publik," demikian pernyataan BEM FPsi UNJ yang dikutip pada Rabu (17/6/2026).

"BEM FPsi UNJ tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak tersebut untuk mewakilkan dan menggunakan nama BEM FPsi UNJ."

Klarifikasi tersebut muncul setelah nama BEM FPsi UNJ disebut sebagai bagian dari kelompok BEM Fakultas Bersatu yang sebelumnya menggelar konferensi pers di Komunitas Utan Kayu, Jakarta. Dalam kesempatan itu, kelompok tersebut menyampaikan sejumlah sikap terkait dinamika aksi mahasiswa yang terjadi belakangan ini.

BEM FPsi UNJ mengakui bahwa terdapat seorang alumni Fakultas Psikologi UNJ yang hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Ahmad Ghazy. Namun, organisasi mahasiswa itu menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan lagi mahasiswa aktif maupun bagian dari kepengurusan BEM FPsi UNJ.

Menurut keterangan resmi, Ahmad Ghazy merupakan alumni angkatan 2020 yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2024.

Rekomendasi Untuk Anda

"Individu yang terlibat dalam kegiatan tersebut merupakan alumni FPsi UNJ angkatan 2020 dan bukan bagian dari anggota/kepengurusan aktif BEM FPsi UNJ 2026, sehingga tindakan maupun pandangan yang disampaikan merupakan tanggung jawab pribadi pihak tersebut," tulis BEM FPsi UNJ.

Atas kejadian tersebut, BEM FPsi UNJ menyayangkan adanya pelanggaran etik karena penggunaan nama organisasi tanpa izin resmi.

"Kami sangat menyayangkan adanya pelanggaran etik tersebut dan atas tindakan tersebut, yang bersangkutan diminta untuk menyampaikan permohonan maaf kepada BEM FPsi UNJ atas ketidaknyamanan serta dampak yang ditimbulkan," lanjut pernyataan itu.

Sebelumnya, kelompok yang mengatasnamakan BEM Bersatu menggelar konferensi pers dan menyampaikan sejumlah sikap politik serta sosial.

Salah satu perwakilan mereka, Rahmat Djimbula yang juga disebut sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun, menyatakan penolakan terhadap gerakan mahasiswa yang dinilai ditunggangi kepentingan politik praktis.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," ujarnya.

Dalam forum tersebut, BEM Bersatu juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan catatan perlunya perbaikan tata kelola agar program berjalan tepat sasaran dan akuntabel.

"Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel," kata Rahmat.

Selain itu, kelompok tersebut menyatakan dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi dan mengajak mahasiswa untuk mengawal proses hukum secara objektif.

Namun di tengah munculnya berbagai pernyataan tersebut, sejumlah organisasi mahasiswa mulai menyampaikan klarifikasi. Sebelumnya, BEM STIAMI juga telah menegaskan tidak pernah tergabung dalam BEM Bersatu.

Kini, BEM FPsi UNJ menjadi organisasi mahasiswa terbaru yang membantah keterlibatan institusinya dalam kelompok tersebut dan menegaskan bahwa penggunaan nama organisasi tanpa persetujuan tidak dapat dibenarkan.

(Kompas.TV/TribunJakarta/Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Sosok Anggota BEM Bersatu yang Dukung MBG, Catut Nama UNJ dan Ternyata Sudah Lulus Sejak 2024

Sesuai Minatmu
Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas