Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

MPR RI Sampaikan Pesan Empat Pilar Lewat Petruk Dadi Ratu

Kerinduan warga transmigran yang tinggal di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, akan pertunjukan wayang kulit terobati sudah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in MPR RI Sampaikan Pesan Empat Pilar Lewat Petruk Dadi Ratu
MPR RI
Warga transmigran yang tinggal di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menikmati pertunjukan wayang kulit, Senin malam (5/11/2018). 

Kerinduan warga transmigran yang tinggal di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, akan pertunjukan wayang kulit terobati sudah.

Pada Senin malam (5/11/2018), mereka menikmati kembali pertunjukan yang popular di kalangan masyarakat suku Jawa itu.

Sebagai kaum transmigran, mereka jarang menikmati seni dan budaya dari kampung asal-usulnya.

Tak heran saat pertunjukan wayang kulit dengan lakon ‘Petruk Dadi Ratu’ digelar di lapangan Desa Tri Mulya, masyarakat dari berbagai desa berduyun-duyun datang menonton pertunjukan itu.

Saking antusiasnya melihat pertunjukan, ratusan kursi undangan yang tersedia tidak mencukupi sehingga tenda besar yang berdiri dikerumuni ribuan orang.

Pertunjukan wayang kulit yang diadakan di desa yang masuk kawasan P9, pembagian wilayah transmigrasi pada masa lalu, untuk mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih popular disebut dengan Empat Pilar.

Di hadapan masyarakat, pimpinan Badan Sosialisasi MPR, Edhy Prabowo, mengatakan acara itu digelar oleh MPR.

Rekomendasi Untuk Anda

Diungkapkan, dirinya senang karena masyarakat antusias melihat pertunjukan wayang kulit sambil mendengar pesan-pesan Empat Pilar.

“Ini menandakan masyarakat di sini menyukai wayang kulit”, ujar anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Menyampaikan pesan Empat Pilar lewat pertunjukan wayang kulit, menurut Edhy merupakan salah satu metoda sosialisasi.

Dirinya berharap pertunjukan malam itu dampat memberi manfaat bagi masyarakat, “pesan yang ada dalam pertunjukan selanjutnya diterapkan dalam kehidupan keseharian", harapnya.

Pria kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan, itu mengakui meski di kawasan transmigran mayoritas penduduknya berasal dari Jawa namun masyarakat dari suku dan etnis yang lain juga ada.

“Malam ini berkumpul masyarakat dari beragam etnis dan suku”, paparnya. Dirinya menyebut pertunjukan wayang kulit malam itu diliputi nuansa ke-bhinneka-an.

“Sehingga kegiatan ini sesuai dengan tujuan acara dilakukan, yakni merawat rasa ke-bhinneka-an kita," ujarnya.  Mantan atlet silat itu menyampaikan pesan negara ini dibangun oleh para pendiri bangsa untuk semua bukan untuk salah satu golongan. “Inilah makna persatuan dan ke-bhinneka-an," tuturnya.

Sebagai masyarakat yang beragam diakui hal demikian mempunyai potensi perpecahan. Untuk itu dirinya dengan tegas menyebut semua tindakan yang dilakukan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas