Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hidayat Nur Wahid: Menggunakan Hak Pilih Merupakan Salah Satu Cara Menjaga NKRI

Hidayat Nur Wahid MA, mengajak generasi millenial yang tergabung dalam Komunitas Ladang Amal (Kalam) menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Syukur

Hidayat Nur Wahid: Menggunakan Hak Pilih Merupakan Salah Satu Cara Menjaga NKRI
MPR RI
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula Masjid Daarut Tauhid, Jln. Cipaku, Petogogan, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019) malam. 

Mengawali kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula Masjid Daarut Tauhid, Jln. Cipaku, Petogogan, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019) malam, Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, mengajak generasi millenial yang tergabung dalam Komunitas Ladang Amal (Kalam) menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Syukur.

Kedua lagu itu merupakan buah karya Habib Muhamad Husein Mutahar (H. Mutahar), seorang habaib dan juga ulama.

Ajakan menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Syukur itu dilakukan, karena sebelumnya Koordinator Kalam ustad Hari Sanusi (Hasan) mengaku merasakan getar-getar nasionalisme saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Apalagi, sudah sejak lama, Hasan tidak pernah lagi menyanyikan Indonesia Raya secara langsung. Karena itu, Hidayat mengajak peserta sosialisasi untuk menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Syukur. Agar getar nasionalisme, terasa lebih besar lagi

"Kalau kita tahu bahwa kedua lagu itu diciptakan seorang ulama, mestinya rasa nasionalisme kita semakin besar. Begitulah seharusnya, kita mesti memiliki sikap nasionalisme yang besar, terutama untuk menjaga NKRI, karena bangsa Indonesia sesungguhnya lahir berkat perjuangan para ulama dan masyarakat Islam pada umumnya," kata Hidayat menambahkan.

Pada masa perjuangan dulu, kata Hidayat umat Islam yang turut berjuang mempertahankan NKRI sangatlah banyak. Selain H. Mutahar ada juga Syarif Al Qodri yaitu Sultan Pontianak yang menciptakan lambang Burung Garuda. Juga Habib Idrus Al Jufri salah satu penggagas bendera merah putih.

Selain itu ada juga empat orang ulama yang rela menghapus 7 kata pada piagam Jakarta, sehingga ancaman perpecahan NKRI bisa diatasi. Keempat ulama itu adalah, KH. Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Mr. Kasman Singodimejo dan Teuku Muhamad Hasan.

"Semua itu menjadi bukti bahwa peran serta dan pengorbanan umat Islam bagi NKRI sangat besar. Kita sebagai penerus tidak boleh menyiakan," kata Hidayat menambahkan.

Salah satu cara ikut menjaga NKRI, menurut Hidayat adalah menggunakan hak pilih Pada pemilu 17 April. Gunakanlah hak suara, dan jangan jadi golput. Pilihlah calon yang punya kualitas, dan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas