Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Jaga Keutuhan NKRI Hadapi Ancaman Global, MPR Gelar Diskusi Wilayah Negara dan Hankam

Indonesia berada di wilayah yang strategis, di antara dua samudera dan dua benua. Sebagai negara yang memiliki ribuan pulau dan memiliki sumber daya a

Jaga Keutuhan NKRI Hadapi Ancaman Global, MPR Gelar Diskusi Wilayah Negara dan Hankam
MPR RI
Ketua Lembaga Pengkajian MPR RI, Rully Chairul Azwar, saat Konferensi Pers di Plaza Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta (1/7). 

Indonesia berada di wilayah yang strategis, di antara dua samudera dan dua benua. Sebagai negara yang memiliki ribuan pulau dan memiliki sumber daya alam yang melimpah, posisi yang strategis tersebut membuat Indonesia sejak dahulu hingga masa depan akan menjadi rebutan banyak negara.

Masalah yang mengancam Indonesia semakin menjadi-jadi ketika dunia semakin terbuka serta memanasnya hubungan dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Ancaman yang menyerang Indonesia tak lagi kekuatan fisik, perang, namun meluas hingga ancaman perang dagang, narkoba, perdagangan manusia, dan kejahatan transnasional seperti terorisme.

Hal di atas dipaparkan Ketua Lembaga Pengkajian MPR RI, Rully Chairul Azwar, saat Konferensi Pers di Plaza Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, (1/7). Untuk menyikapi hal yang demikian, lembaga yang dipimpinnya akan menggelar Round Table Discussion (RTD) pada 2 Juli 2019, di Gedung Nusantara IV.

Sebagai masalah yang penting, dalam kegiatan itu akan menghadirkan 14 pembicara dari pihak yang terkait dan para pakar di bidangnya. “Kepala Staf AD Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf AL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan Kepala Staf AU Marsekal TNI Yuyu Sutisna akan hadir besok,"ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pakar hukum laut internasional Prof. Hasim Jalal, pakar hukum internasional Prof, Hikmahanto Juwana, Kepala Badan Informasi Geospasial Prof. Hasanuddin Zainal Abidin, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Hinca Siburian; pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie juga menjadi pembicara dalam RTD. “Para pakar itu akan menjadi narasumber," ujar pria asal Bengkulu itu. Dikatakan, RTD akan dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 16.30 WIB dan dibagi ke dalam dua sesi.

Wakil Ketua Lembaga Pengkajian, M. Jafar Hafsah, dalam konferensi pers yang dihadiri oleh puluhan wartawan itu membenarkan apa yang dikatakan Rully. Menurut Jafar, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar, ada 17.508 pulau. Sebagai negara maritim, luas wilayah laut mencapai tiga perempat dari luas total Indonesia.

“Kita juga sebagai negara yang memiliki garis terpanjang di dunia," tutur Jafar. “Hal demikian menunjukan Indonesia sebagai negara yang besar, baik wilayah darat dan laut."

Dikatakan oleh pria asal Sulawesi Selatan itu, dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 bahwa negara berhak melindungi segala tumpah darahnya. Melindungi dengan cara mempertahankan. “Mempertahankan dengan kekuatan militer dan non-militer," ujarnya.

Kekuatan militer disebut diserahkan kepada TNI sedang kekuatan non militer baik itu dari ancaman perdagangan global, siber, perdagangan illegal, perdagangan manusia, imigran gelap semua pihak harus ikut memikirkan, mempertahankan, dan ikut menjaga Indonesia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas