Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jelang Konferwil, Kiai Said dan Jajaran NU se-DKI Doakan Gus Jazil

Sebelum menyampaikan tausiyah, Kiai Said memimpin doa usai digelar pembacaan alquran dan istigasah bersama.

Jelang Konferwil, Kiai Said dan Jajaran NU se-DKI Doakan Gus Jazil
MPR RI
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta pada 2 April 2021 mendatang, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menggelar acara doa bersama yang dikemas dengan kegiatan bertajuk "Silaturahim Nahdliyin Selamatan dan Ruwahan" di rumah dinas kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (21/3/2021).

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dan jajaran PWNU, PCNU, serta MWCNU se-DKI Jakarta. Hadir pula sesepuh NU DKI KH Muhyidin Ishak, penceramah KH Fikri Haikal Zainuddin MZ, Katib Syuriah PWNU DKI KH A Zahari.

Turut hadir jajaran PCNU dari enam kota/kabupaten yakni Ketua PCNU Jakarta Timur Gus Azas Rulyaqien, Ketua PCNU Jakarta Pusat Gus Syaifudin, Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdul Rozak Alwi, Ketua PCNU Kepulauan Seribu H Sumarno, dan Sekretaris PCNU Jakarta Barat H Endang Hermansyah.

Hadir pula Rais Syuriah PCNU Jakarta Timur KH Ibnu Mulkan, Rais Syuriah PCNU Jakarta Pusat KH Kamaludin Machsan, Rais Syuriah PCNU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim Zainudin, dan Rais Syuriah PCNU Jakarta Utara KH Nasihin Zain. Turut hadir jajaran MWC se-DKI Jakarta.

Sebelum menyampaikan tausiyah, Kiai Said memimpin doa usai digelar pembacaan alquran dan istigasah bersama. Kiai Said kemudian menyampaikan tausiyah agama. Dalam tausiyahnya, Kiai Said pun membahas terkait niat Gus Jazil- sapaan akrab Jazilul Fawaid-untuk maju sebagai calon ketua PWNU DKI Jakarta pada Konferwil mendatang.

Dikatakan Kiai Said, manusia mempunyai dua hawa nafsu. Pertama adalah nafsu yang berkaitan dengan ambisi tertentu yang disebut hawa nafsu ghodhobiyah. "Orang yang punya ambisi ingin jadi apapun, itu namanya ghodhobiyah-nya sedang berperan. Tapi kalau niatnya baik, caranya baik, visi-misinya baik maka namanya bukan nafsu ghodhobiyah, tapi namanya himmah, cita-cita," tuturnya.

Langkah Gus Jazil yang memulai langkahnya maju sebagai calon ketua PWNU dengan lebih dulu menggelar acara doa dan selamatan dinilai sebagai langkah yang baik. "Dimulai dengan melakukan selamatan dulu, caranya baik, tidak membabi buta untuk memajukan NU," katanya.

Kiai Said juga menyoroti kondisi NU di DKI yang masih perlu banyak pembenahan. Dia mencontohkan, madrasah-madrasah di DKI umumnya tidak terpasang papan tulisan "LP Ma'arif NU". Padahal, mayoritas warga DKI menjalankan amaliyah ala ahlussunnah waljamaah. "Ma'arif sama sekali tidak kelihatan (papan nama LP Ma'arif), yang kelihatan hanya Ansor dan Muslimat," ungkapnya.

Dirinya berharap Ketua PWNU DKI ke depan, siapapun yang terpilih agar memasang papan nama NU di berbagai lembaga pendidikan. "Siapapun yang jadi, ya mudah-mudahan yang punya hajat ini (Gus Jazil)," katanya.

Ditegaskan Kiai Said, jika seseorang memiliki visi dan misi yang baik dan dilakukan dengan cara-cara yang baik maka namanya bukan ambisi, tapi himmah. "Nabi Muhammad punya ambisi yang besar, 'saya harus menang, Islam harus menang'. Sayyidina Abu Bakar juga punya himmah yang besar," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas