Tribun

Sarasehan Kehumasan, Siti Fauziah : Guru Membentuk Karakter Anak Didik

Siti Fauziah menambahkan guru adalah panutan yang harus dihormati, orang yang ditiru dan digugu

Editor: Content Writer
Sarasehan Kehumasan, Siti Fauziah : Guru Membentuk Karakter Anak Didik
MPR RI
Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR Siti Fauziah 

TRIBUNNEWS.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar Sarasehan Kehumasan MPR Menyapa Sahabat Kebangsaan di Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, dengan mengambil tema “Memaknai Nilai Kepahlawanan Tanpa Tanda Jasa Bagi Generasi Milenial”. Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR Siti Fauziah, SE, MM, mengatakan guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga membentuk karakter dan integritas anak didik.

“Guru adalah panutan yang harus dihormati. Guru mempunyai jiwa besar karena mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi,” kata Siti Fauziah dalam Sarahsehan Kehumasan MPR Menyapa Sahabat Kebangsaan yang berlangsung di Aula Jenderal Mulyono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jawa Barat, Kamis (25/11/2021). Diikuti mahasiswa FISIP Unjani, Sarasehan Kehumasan MPR ini dihadiri Wakil Rektor I Unjani Dr. Agus Subagyo, SIP, MSi, serta Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Biro Humas dan Sistem Informasi MPR, Budi Muliawan, SH, MH.

Menurut Siti Fauziah, Sarahsehan Kehumasan MPR ini bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2021. Memperingati Hari Guru Nasional ini pemerintah mengambil tema “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”. Melalui tema ini, guru harus mendidik siswanya dengan sepenuh hati dan memulihkan pendidikan yang selama hampir dua tahun pandemi Covid-19 proses pendidikan dilakukan dengan daring atau virtual.

“Hari ini bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Kita semua, para dosen dan mahasiswa, menjadi seperti sekarang ini karena jasa para guru. Guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan kepada kita semua. Ilmu dari guru tidak ternilai. Guru adalah pahlawan tanpa jasa,” ujarnya.

Siti Fauziah menambahkan guru adalah panutan yang harus dihormati, orang yang ditiru dan digugu. Jiwa besar para guru bisa dilihat dari pengorbanan yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dibanding kepentingan pribadi. Contohnya, para guru di daerah terpencil. “Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, guru di daerah terpencil tetap mengajarkan ilmu kepada anak didik,” tuturnya.

Lebih penting lagi, lanjut Siti Fauziah, guru tidak semata-mata mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga membentuk karakter dan integritas anak didik. Guru membentuk insan-insan yang akan menjadi pemimpin dan tokoh bangsa. “Guru mempunyai peran yang sangat penting. Mereka memberikan pengetahuan kepada kita. Ilmu yang bermanfaat. Mereka adalah orang-orang yang mulia,” katanya.

Meskipun para siswa bisa mendapatkan pengetahuan lewat perkembangan teknologi informasi (internet), sambung Siti Fauziah, peran guru tidak bisa tergantikan dalam pembentuan karakter dan integritas anak didik. “Guru mengajarkan nilai moral, nilai etika, dan membentuk peserta didik untuk memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa dan negara,” katanya.

“Guru mengajarkan etika, membentuk integritas, sehingga para siswa tidak hanya memiliki pengetahuan secara baik, tapi juga memiliki etika, moral, dan nilai-nilai kebenaran. Guru mengajarkan adab dan etika. Guru adalah teladan buat kita semua,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Siti Fauziah juga memperkenalkan platform Buku Digital MPR yang bisa di-download di google playstore. Buku Digital MPR yang dilaunching pada 10 November 2021 berisi produk-produk dari MPR seperti majalah, jurnal, prosiding MPR, dan lainnya. “Semua kalangan termasuk dosen, mahasiswa, yang membutuhkan informasi produk MPR bisa men-download Buku Digital MPR karena banyak produk MPR yang tidak ada dan tidak diperjualbelikan di toko buku,” katanya.

Siti Fauziah juga memperkenalkan novel “Meraih Mimpi” sebagai bacaan ringan yang berisi pesan Empat Pilar MPR. “Ini merupakan bentuk sosialisasi Empat Pilar MPR baik kelembagaan, tugas dan wewenang maupun visi misi MPR dalam berbagai media seperti buku, novel, komik, dan bahkan melalui perangko,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Rektor I Unjani, Agus Subagyo mengapresiasi kegiatan Sarasehan Kehumasan, MPR Menyapa Sahabat Kebangsaan di Unjani. Agus menjelaskan Unjani berada di bawah Yayasan Kartika Eka Paksi, Yayasan TNI Angkatan Darat. Ketua Dewan Pembina adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Unjani Cimahi memiliki 10 fakultas dengan 40 program studi. Jumlah mahasiswa Unjani sekitar 18.500 orang.

“Sarasehan Kehumasan ini bisa memberikan pengalaman untuk membuka wacana baru bagi para mahasiswa. Ini merupakan hal positif dan sangat baik karena MPR bisa menyampaikan pesan. Ini merupakan langkah awal kemitraaan universitas sebagai lembaga pendidikan dengan MPR RI. Kita berharap ini kemitraan awal untuk ke depan sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan kampus,” katanya.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas