Lestari Moerdijat: IPLM Nasional Rendah, Daya Saing Bangsa Terancam
IPLM Indonesia hanya 40,6 dan masuk kategori rendah, MPR desak sinergi konkret tingkatkan literasi.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai rendahnya indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) Indonesia merupakan ancaman serius bagi daya saing bangsa di masa depan.
"Bangsa dengan aspek literasi rendah akan tertatih-tatih dalam bersaing di kancah global," ujar perempuan yang akrab disapa Rerie itu dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (15/3/2026).
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengungkapkan, IPLM Nasional saat ini berada pada angka 40,6 dari skala 0-100.
Angka tersebut menempatkan Indonesia dalam kategori rendah berdasarkan skala penilaian yang digunakan Perpusnas, yakni sangat rendah (0-29,9), rendah (30-49,9), sedang (50-79,9), tinggi (80-89,9), dan sangat tinggi (90-100).
Indeks itu digunakan Perpusnas untuk menilai upaya pemerintah daerah dalam membina perpustakaan dan meningkatkan budaya literasi.
Unsur utama yang diukur meliputi sebaran layanan, koleksi, tenaga perpustakaan, kunjungan, serta keterlibatan masyarakat sebagai acuan menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Lestari Moerdijat: UU PPRT Diperlukan untuk Kepastian Hubungan Kerja dan Perlindungan Pekerja
Rerie berpendapat, program literasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta para pegiat literasi harus diperkuat dengan aksi konkret, bukan sekadar seremonial.
Anggota Komisi X DPR RI tersebut juga mendorong agar sebaran layanan perpustakaan dapat menjangkau desa-desa dan berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat, bukan sekadar gudang buku.
Selain itu, dinas pendidikan dinilai perlu segera mengintegrasikan literasi secara wajib ke dalam kurikulum dan ekstrakurikuler.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan, pemerintah daerah wajib mengawal langkah-langkah tersebut demi meningkatkan literasi masyarakat.
"Saat ini momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari literasi. Tidak ada kata instan, yang ada adalah kolaborasi yang berkelanjutan," pungkas Rerie.
Baca juga: Lestari Moerdijat Ingatkan Pentingnya Kesiapan Transportasi dan Keamanan Pemudik
Baca tanpa iklan