Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bonatua Silalahi Buat Buku Berjudul Ijazah Jokowi Tidak Ada, Ini Isinya

Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menerbitkan sebuah buku tentang ijazah Jokowi yang berjudul 'Ijazah Jokowi Tidak Ada'.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rakli Almughni
Editor: Nuryanti
zoom-in Bonatua Silalahi Buat Buku Berjudul Ijazah Jokowi Tidak Ada, Ini Isinya
Tribunnews.com/Reynas Abdila
KASUS IJAZAH JOKOWI - Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai ahli bagi Roy Suryo Cs dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bonatua Silalahi menerbitkan buku "Ijazah Jokowi Tidak Ada" berdasarkan penelitiannya tentang keabsahan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
  • Penelitian itu dipicu oleh gugatan Bambang Tri Mulyono pada 2022, lalu Bonatua menelusuri berbagai lembaga (KPUD, KPU, Arsip Nasional, Sekretariat Negara) namun tidak menemukan verifikasi ijazah asli Jokowi.
  • Dari hasil penelusuran, ia menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi tidak ada, dan menuangkan temuannya dalam buku tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menerbitkan sebuah buku berjudul "Ijazah Jokowi Tidak Ada".

Buku tersebut berisikan tentang penelitiannya terkait dengan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam penelitiannya itu, Bonatua Silalahi menyatakan bahwa ijazah Jokowi tidak ada.

Bonatua mulai tergugah meneliti ijazah Jokowi saat seorang warga bernama Bambang Tri Mulyono menggugat keabsahan ijazah Jokowi pada 2022.

"Makanya akhirnya saya putuskan akan meneliti (ijazah Jokowi) dan saya lakukan mulai dari tepi-tepi," ujar Bonatua, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Official iNews, Jumat (15/5/2026).

Bonatua memulai perjalanan meneliti ijazah Jokowi dengan mengunjungi Pasar Pramuka di Salemba, Senen, Jakarta Pusat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau (Pasar) Pramuka (ijazahnya) palsu semuanya," tuturnya.

Baca juga: Tim Pemburu Ijazah Palsu Jokowi Datangi Bareskrim, Desak Usut Dugaan Keterkaitan Pasar Pramuka

Bonatua melihat sebuah talk show di televisi yang menayangkan modus-modus Pasar Pramuka membuat ijazah palsu.

Menurut dia, ijazah buatan Pasar Pramuka bisa dipergunakan untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah hingga presiden.

"Saya pikir-pikir, saya pelajari beberapa modus-modus mereka. Ada yang menarik, yaitu ternyata tak perlu ijazah asli pun bisa dibuat dipakai untuk melamar kepala daerah, calon legislatif, bisa bahkan mungkin presiden," ucapnya.

"Akhirnya saya putuskan hipotesis saya adalah saya harus membuktikan bahwa ijazah (milik Jokowi) ini ada atau tidak ada dengan mengikuti alur pikir komisioner KPU saat itu," jelasnya.

Bonatua Silalahi mengaku telah terjun langsung ke lapangan mulai dari mengunjungi KPUD Kota Surakarta, Lembaga Kearsipan Kota Surakarta, KPUD DKI Jakarta, Lembaga Kearsipan DKI Jakarta, KPU Pusat, Arsip Nasional Republik Indonesia (Anri), dan Sekretariat Negara untuk membuktikan apakah ijazah jokowi ada atau tidak ada.

Dari ketujuh lembaga tersebut, kata Bonatua, tidak ada yang pernah melakukan klarifikasi terhadap hubungan antara fotokopi ijazah terlegalisir milik Jokowi yang diberi kepadanya terhadap ijazah asli Jokowi.

"Uniknya lagi justru sumber asli yang dikasih ke saya yaitu fotokopi ijazah terlegalisir berstempel basah dinyatakan tidak ditemukan oleh KPU Kota Solo tahun 2005 dan KPU Kota Solo tahun 2010," katanya.

"Bahkan di KPU pusat juga pada amar putusan KI Pusat menyebutkan bahwa pada saat komisioner KIP pusat pemeriksaan setempat mereka tidak menemukan yang namanya fotokopi terlegalisir berstempel basah," imbuhnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas