Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Robert Tantular Ngaku Sebagai Korban Kasus Misbakhun

Dalam persidangan Robert membantah semua tuduhan yang mengarah kepadanya terkait pengajuan letter of credit (L/C) Bank Century

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilik saham mayoritas Bank Century, Robert Tantular menjadi saksi dalam persidangan terpidana kasus dokumen fiktif dalam pengajuan letter of credit (L/C) Bank Century, Mukhamad Misbakhun dan Franky Ongkowardjojo. Dalam persidangan Robert membantah semua tuduhan yang mengarah kepadanya terkait pengajuan letter of credit (L/C) Bank Century ke PT. Selalang Prima Internasional.

"Saya sendiri juga bingung pak, soal L/C debitur(Misbakhun) juga nggak kenal, saya korban pak," ujar Robert saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2010).

Menurut Robert, Misbakhun adalah salah satu dari debitur yang dianggap lancar dan kooperatif. Saat kreditnya sudah jatuh tempo, lanjut Robert, Misbakhun selaku debitur selalu menambahkan jaminan.

"Kreditnya jatuh tempo dan tak bayar sudah direstrukturisasi, ada tambahan jaminan, jadi dinilai kooperatif dan lancar, " jelasnya.

Oleh karena itu, Robert meminta kepada majelis hakim untuk mengambil putusan sejernih dan seadil mungkin dengan mempertimbangkan fakta-fakta yang ada.

"Mohon majelis hakim, dipertimbangkan berdasarkan fakta yang ada," tandasnya.

Sebelumnya saksi Linda Wangsadinata yang juga Kepala Cabang Pusat Bank Century mengatakan persetujuan untuk memberikan fasilitas kredit kepada PT. Selalang Prima Internasional adalah dengan melalui disposisi dari Robert Tantular.

Rekomendasi Untuk Anda

Misbakhun sendiri didakwa dengan pasal perbankan lantaran berkomplot dengan Robert Tantular agar bisa menyetujui kredit sebesar US$ 22,5 juta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas