Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setara Institute Kecam Kekerasan yang Menimpa Ahmadiyah

Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos menyebutkan pembakaran masjid dan beberapa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos menyebutkan pembakaran masjid dan beberapa rumah milik jemaat Ahmadiyah Cisalada, Ciampea Bogor merupakan bentuk intoleransi dan kekerasan terhadap warga negara yang memiliki hak atas rasa aman, hak untuk beragama, dan hak untuk beribadah.

SETARA Institute mengecam keras tindakan anarkis massa puritan yang untuk kesekian kalinya melakukan kekerasan. SETARA Institute berpendapat provokasi yang dikembangkan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali yang berencana membubarkan Ahmadiyah turut memicu aksi-aksi anarkis sebagaimana terjadi di Cisalada.

"Terbukti, gagasan pembubaran itu bukan menenangkan umat malah menjadi justifikasi politik bagi massa puritan untuk berlaku anarkis," kata Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos, Sabtu (2/10/2010).

Menurutnya, Presiden SBY harus memberi teguran keras atas kinerja kontraproduktif Menteri Agama ini. Mandat memberikan perlindungan terhadap umat dan membangun kerukunan antar umat justru dikoyak untuk memupuk kepentingan politik Menteri Agama mengakomodasi aspirasi kelompok Islam puritan.

Menurutnya, keberulangan persekusi yang menimpa jemaat Ahmadiyah terjadi karena aparat kepolisian tidak pernah menindak secara hukum prilaku massa puritan yang secara nyata menyebarkan kebencian, permusuhan, dan berbagai penyerangan terhadap jemaat Ahmadiyah.

SETARA Institute mendesak agar SBY mengambil langkah memanggil Bupati Bogor untuk memberikan perlindungan bagi jemaat Ahmadiyah dan memberikan ganti rugi dan kompensasi atas pengrusakan terhadap tempat ibadah dan properti jemaat.

"SBY juga harus memerintahkan Kapolri dan aparatnya untuk menindak secara hukum tindakan kriminal warga," kata Tigor.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas